Di dunia pendidikan, idealnya setiap program dan lembaga mampu memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik dengan efisiensi sumber daya yang optimal, namun realitasnya keterbatasan anggaran, ketidakmerataan akses, perubahan kebutuhan pasar kerja, dan tuntutan digitalisasi sistem pendidikan seringkali menghalangi pencapaian ideal tersebut, sehingga penelitian ini menjadi sangat urgent. Penelitian ini mengevaluasi penerapan Analisis Biaya-Manfaat (CBA) dan Analisis Biaya-Efektivitas (CEA) dalam penyelenggaraan pendidikan Islam di tengah digitalisasi sistem pendidikan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa (1) CBA dan CEA terbukti efektif sebagai alat evaluasi ekonomi untuk menilai kelayakan program pendidikan berdasarkan biaya dan manfaat; (2) investasi pendidikan sebagai modal manusia memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang, dengan kelayakan bergantung pada perhitungan biaya peluang dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja; (3) efisiensi internal dan eksternal lembaga pendidikan harus terintegrasi agar lulusan relevan dan produktif di era digital; serta (4) produktivitas lembaga pendidikan ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran, relevansi kompetensi, dan kemampuan adaptif institusi dalam memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa (1) CBA dan CEA terbukti efektif sebagai alat evaluasi ekonomi untuk menilai kelayakan program pendidikan berdasarkan biaya dan manfaat; (2) investasi pendidikan sebagai modal manusia memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang, dengan kelayakan bergantung pada perhitungan biaya peluang dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja; (3) efisiensi internal dan eksternal lembaga pendidikan harus terintegrasi agar lulusan relevan dan produktif di era digital; serta (4) produktivitas lembaga pendidikan ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran, relevansi kompetensi, dan kemampuan adaptif institusi dalam memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan.