Asyari Abdul Wafa
Universitas Bondowoso

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Islam Humanis: Rekonstruksi Konseptualisasi Pendidikan Islam Berorientasi Kemanusiaan Asyari Abdul Wafa; Siti Kholida; Muharofah Nur Safitri
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konseptualisasi Pendidikan islam berorientasi kemanusiaan, memberikan metode yang relevan dalam membangun konsep Pendidikan islam yang berorientasi kemanusiaan serta memberikan kontribusi dalam mengimplementasikan Pendidikan islam yang berorientasi kemanusiaan melalui metode penelitian kajian Pustaka (Library Research) sehingga menghasilkan temuan penelitian, Pertama, Rekonstruksi Konseptualisai Pendidikan islam humanis berfokus pada kemanusiaan menempatkan manusia sebagai pusat dari pendidikan, bukan hanya sekadar memperoleh, pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, etika serta kepedulian terhadap sesama. Kedua, Pendekatan yang diterapkan dalam Pendidikan Islam humanis berfokus pada penguatan metode normative, teologi, tekstualis dan doctrinal, serta menggabungkan dengan berbagai pendekatan yang bersumber dari motivasi yang ada dalam diri manusia. Ketiga, Implementasi Pendidikan humanis menekankan penanaman Nilai-nilai Islam serta mengajarkan hubungan antara sesama manusia diantaranya keadilan, al-musawwah, musyawarah, dan kebebasan memilih dalam konteks perlindungan harta, perlindungan akal, serta perlindungan keturunan. Serta dalam mengimplementasikan Pendidikan islam yang berfokus pada kemanusiaan, ditekankan nilai-nilai manusiawi, seperti keterlibatan dalam diskusi antaragama, aktivitas lintas budaya dan inisiatif yang mendorong penghargaan terhadap hak-hak kelompok minoritas. Dengan demikian dapat meningkatkan pemahaman akan signifikansi sikap saling menghargai dan Kerjasama dalam membangun kedamaian ditengah masyarakat yang majemuk. Sementara hal yang lebih utama dalam penerapan Pendidikan islam yang berorientasi pada memanusiakan manusia dilakukan rekonstruksi penyusunan kurikulum, pendekatan pengajaran dan suasana belajar yang menghargai peserta didik sebagai manusia. Serta pentingnya kurikulum berkarakter humanis yang lebih menekankan pada prinsip empati, toleransi, keadilan dan penghormatan terhadap martabat individu.
The Reconstruction of Constructivist-Based Islamic Religious Education Learning in Enhancing Students' Understanding at SD NU 03 Bondowoso Faisol Amin; Asyari Abdul Wafa; Tubi Heryandi
Journal of Contemporary Pedagogy and Learning Science Vol. 1 No. 2 (2026): : May: Scientia Causa: Journal of Contemporary Pedagogy and Learning Science
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/983nm280

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) plays a crucial role in developing students’ cognitive competencies while fostering religious, moral, and social character. However, IRE learning in elementary schools is frequently dominated by conventional instructional approaches that emphasize knowledge transmission and academic achievement, limiting students’ opportunities to develop meaningful understanding of Islamic teachings. This study aimed to analyze the reconstruction of constructivist-based Islamic Religious Education learning in enhancing students’ understanding at SD NU 03 Bondowoso and to identify the factors supporting and hindering its implementation. The study employed a qualitative case study design involving the principal, Islamic Religious Education teachers, and students as research participants. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using the interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that learning reconstruction was implemented through student-centered constructivist practices, the integration of Multiple Intelligences-based instructional strategies, the utilization of contextual learning environments, and the incorporation of religious programs such as Qiraati-based Qur’anic learning, Qur’an and hadith memorization, Arabic language instruction, and worship habituation activities. Supporting factors included school leadership, teacher competence, learning facilities, and parental involvement, while challenges involved variations in student characteristics and limitations in instructional innovation. The study demonstrates that constructivist-based learning reconstruction contributes to greater student engagement, motivation, and understanding of Islamic Religious Education.
Manifesto Pendidikan Islam Moderat: Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Berbasis Wasathiyah Asyari Abdul Wafa
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/va63h711

Abstract

This study reconstructs the paradigm of moderate Islamic education based on wasathiyah through a qualitative library research approach with a philosophical-critical orientation. The findings reveal that moderate Islamic education represents an integrative educational framework that balances rational, spiritual, and ethical dimensions within a coherent epistemological structure. The Qur’an and Hadith function not only as primary theological sources but also as normative foundations that guide inclusive, tolerant, and adaptive educational practices. The educational objectives emphasize the harmonization of intellectual, emotional, and spiritual intelligence to cultivate individuals with reflective awareness and moral integrity. Core characteristics such as tawassuth (moderation), tasamuh (tolerance), tawazun (balance), i’tidal (justice), musawah (equality), and shura (deliberation) serve as operational principles in shaping socially cohesive and non-extremist educational environments. Furthermore, the implementation of diverse and context-sensitive pedagogical methods strengthens the internalization of moderate values. This study underscores that wasathiyah-based Islamic education provides a strategic framework for fostering a peaceful, pluralistic, and ethically grounded society in contemporary global contexts.