Yayuk Hapsari Sulistyorini
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Pesantren Melalui Pelatihan Digital Marketing dan Literasi Bahasa Inggris berbasis Experiential Learning di Pesantren Yatama Waddhuafa Ni’matul Iman Hanif Fadlurohman Qusoyi; Nadaa Fitria Salwa; Eva Nurcahyani; Riska Lutviana; Yayuk Hapsari Sulistyorini; Dewi Nurjannah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.612

Abstract

Laporan kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui pelatihan digital marketing dan literasi bahasa Inggris dalam meningkatkan kapasitas pengelola serta santri di Pesantren Yatama Waddhuafa’ Ni’matul Iman, Kabupaten Malang. Program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyrakat, dengan menerapkan pendekatan experiential learning yang menekankan proses belajar melalui pengalaman dan praktik langsung. Laporan kegiatan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan evaluasi terhadap hasil pelatihan. Kegiatan melibatkan 10 peserta yang terdiri atas pengelola pesantren dan santri pada pelatihan digital marketing, serta 15 santri pada pelatihan literasi bahasa Inggris. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam membuat dan mengelola akun media sosial, menghasilkan konten digital serta menyusun content plan sebagai media promosi dan komunikasi pesantren. Di sisi lain, pelatihan literasi bahasa Inggris berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan komunikasi dasar peserta, terutama dalam memperkenalkan diri (self-introduction), penguasaan kosakata dasar dan percakapan sederhana sehari-hari. Temuan kegiatan juga mengindikasikan bahwa pendekatan experiential learning efektif dalam mengembangkan keterampilan praktis peserta karena memberikan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman nyata. Secara keseluruhan, program pemberdayaan ini berhasil meningkatkan kapasitas digital dan kemampuan komunikasi peserta, sekaligus menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan pesantren.