Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Desain Perencanaan dan Pembuatan Halte Sampah Botol Plastik di Kampung Ratna Chaton Tri Cahyo Wahyudi; Leni Sri Haryani; Isnan Rinanda; Ziddan Alwi Asy'ari; Aria Arnan Meylano; Riky Andika Noor Efendi; Ifan Dewangga; Syahrul Hamid; Ikhsan Afandi Kurniawan; Adi Satria
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i2.4968

Abstract

Permasalahan sampah plastik, khususnya botol plastik sekali pakai berbahan Polyethylene Terephthalate (PET), telah menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan global maupun lokal karena karakteristik materialnya yang sangat sulit terurai secara alami di alam. Di wilayah Kampung Ratna Chaton, Kecamatan Seputih Raman, minimnya infrastruktur pengumpulan sampah yang spesifik mengakibatkan limbah botol plastik seringkali mencemari lahan terbuka, pemukiman, hingga menyumbat saluran irigasi pertanian warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pendampingan dalam desain perencanaan serta pembuatan unit "Halte Sampah Botol Plastik" sebagai sarana edukasi visual dan fasilitas pengumpulan sampah terpilah yang efisien bagi komunitas desa. Metode pelaksanaan yang diterapkan meliputi tahapan observasi lapangan secara partisipatif, diskusi terfokus bersama perangkat kampung, perancangan desain teknis berbasis material logam yang tahan lama, proses fabrikasi mekanik (pemotongan, pengelasan, dan pengecatan), hingga instalasi fisik serta sosialisasi masif kepada masyarakat. Hasil utama dari program ini adalah tersedianya satu unit fasilitas penampungan botol plastik yang estetik dan fungsional di lokasi strategis kampung. Dampak nyata dari program ini terlihat pada peningkatan kesadaran warga dalam memilah sampah botol plastik sejak dari sumber rumah tangga, yang secara signifikan mengurangi beban pencemaran lingkungan lokal. Melalui keberadaan halte sampah ini, botol plastik yang terkumpul secara terorganisir dapat dikelola lebih lanjut menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi atau disalurkan ke bank sampah. Secara keseluruhan, program ini berhasil menciptakan model pengelolaan sampah berbasis partisipasi komunitas yang berkelanjutan, meningkatkan kebersihan desa, dan menjadi langkah awal transformasi budaya masyarakat menuju pola hidup bersih dan modern di pedesaan.