Guru seringkali mengeluhkan ketidaksesuaian antara buku teks yang digunakan dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah. Hal ini menjadi salah satu tantangan besar dalam proses pembelajaran, terutama ketika kurikulum yang digunakan mengalami perubahan, seperti dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan siswa. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menggunakan buku teks sejarah di SMAN Taruna Nala, dalam konteks kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap beberapa guru sejarah di sekolah tersebut. Hasil wawancara mengungkapkan beberapa kesulitan utama, termasuk ketidakmampuan buku teks untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa, keterbatasan materi yang disajikan yang tidak selalu sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, dan kurangnya dukungan visual serta pembaruan informasi yang relevan. Selain itu, guru juga merasa terbatas dalam kebebasan untuk menyajikan berbagai perspektif dalam materi ajar dan sering kali harus mencari sumber tambahan untuk memperkaya pembelajaran. Meskipun buku teks memberikan kerangka dasar dalam pengajaran, buku teks tersebut dirasa kurang mendukung tujuan pembelajaran yang lebih fleksibel dan inklusif. Studi ini menyarankan perlunya evaluasi kritis terhadap buku teks yang digunakan dan pentingnya pengembangan sumber daya pengajaran yang lebih beragam untuk mendukung pendidikan sejarah yang lebih komprehensif dan berpusat pada siswa.