Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Kristen di Era Modern: Tantangan, Peluang Strategis, dan Transformasi Pedagogis Edison; Herbin Simanjuntak; Radius Simanjuntak; Pidel Kastro; Rusdi Parsaulian
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.105-123

Abstract

Pendidikan Kristen menghadapi berbagai tantangan pada era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi digital, perubahan sosial budaya, pluralitas masyarakat, dan fenomena sekularisasi. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan pendekatan pendidikan agar tetap relevan dalam membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan Kristen di era modern, mengidentifikasi peluang strategis yang muncul, serta merumuskan model transformasi pedagogis yang dapat menjadi acuan bagi pengembangan pendidikan Kristen. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi sumber, kategorisasi tema, analisis teologis, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen menghadapi lima tantangan utama, yaitu transformasi digital, krisis karakter dan spiritualitas, tuntutan peningkatan kompetensi guru dan kepemimpinan, pluralitas sosial, serta sekularisasi. Di sisi lain, tantangan tersebut membuka peluang bagi pengembangan inovasi pembelajaran, pendidikan karakter, kepemimpinan transformasional, dan teologi kontekstual. Sebagai kontribusi utama, penelitian ini merumuskan Model Transformasi Pendidikan Kristen Era Modern yang dibangun atas lima pilar, yaitu integrasi iman dan ilmu, literasi digital berbasis nilai Kristiani, pembentukan karakter dan spiritualitas, kepemimpinan transformasional, serta teologi kontekstual. Model ini menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan pendidikan Kristen yang relevan, adaptif, holistik, dan transformatif di tengah perubahan zaman.
Integrasi Iman dan Ilmu dalam Pedagogi Biblika: Respons terhadap Ketegangan antara Otoritas Alkitab dan Relativisme Postmodern Edison; Herbin Simanjuntak; Radius Simanjuntak; Rusdi Parsaulian
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.172-186

Abstract

Perkembangan pemikiran postmodern telah menghadirkan tantangan epistemologis yang signifikan bagi pedagogi Biblika, khususnya melalui relativisme kebenaran yang mempertanyakan otoritas Alkitab sebagai sumber kebenaran normatif. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pedagogis yang mampu mempertahankan kesetiaan terhadap wahyu Alkitab sekaligus membuka ruang dialog dengan ilmu pengetahuan dan realitas kontemporer. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi iman dan ilmu dalam pedagogi Biblika sebagai respons terhadap ketegangan antara otoritas Alkitab dan relativisme postmodern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema otoritas Alkitab, epistemologi Kristen, postmodernisme, hermeneutika, serta integrasi iman dan ilmu. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi sumber, kategorisasi tema, analisis hermeneutik dan analisis isi, serta sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan apologetis-dogmatis maupun pendekatan kontekstual-relativistik masih memiliki keterbatasan dalam merespons tantangan epistemologis masyarakat postmodern. Sebagai alternatif, penelitian ini menghasilkan model integrasi iman dan ilmu yang dibangun atas tiga komponen utama, yaitu Alkitab sebagai pusat normatif, ilmu pengetahuan sebagai mitra dialogis, dan pengalaman peserta didik sebagai ruang hermeneutik yang diintegrasikan melalui kerangka multiperspektival. Model ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pedagogi Biblika yang dialogis, reflektif, kontekstual, dan tetap berlandaskan pada otoritas Alkitab.
Pendalaman Alkitab dalam Pembinaan Kerohanian Jemaat Gereja Sidang Jemaat Kristus Unurum Guay Papua Radius Simanjuntak; Rusdi Parsaulian; Sugito
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): Juli (Article in progress)
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i2.105-118

Abstract

Pendalaman Alkitab merupakan salah satu sarana penting dalam pembinaan kerohanian jemaat karena berfungsi untuk meningkatkan pemahaman firman Tuhan, memperkuat iman, serta membentuk karakter Kristen yang sesuai dengan ajaran Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendalaman Alkitab dalam pembinaan kerohanian jemaat di Gereja Sidang Jemaat Kristus (GSJK) Unurum Guay Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research). Data diperoleh melalui studi terhadap Alkitab, buku-buku teologi, artikel jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan dengan tema pendalaman Alkitab dan pembinaan kerohanian jemaat. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan berbagai konsep yang berkaitan dengan peran pendalaman Alkitab dalam kehidupan jemaat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendalaman Alkitab memiliki peran yang strategis dalam pembinaan kerohanian jemaat melalui pertumbuhan iman, pembentukan karakter Kristiani, peningkatan kedewasaan rohani, penguatan kehidupan spiritual, serta peningkatan keterlibatan dalam pelayanan gereja. Selain itu, implementasi pendalaman Alkitab yang dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan dapat membantu jemaat memahami serta menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendalaman Alkitab perlu terus dikembangkan sebagai salah satu program utama gereja dalam mendukung pertumbuhan rohani jemaat secara berkesinambungan.