Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Maanta Kampia pada Masyarakat Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Paraiman Silvia Juita; Mutia Kahanna
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.7999

Abstract

Artikel ini berjudul tradisi maanta kampia pada Masyarakat Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman. Keunikan tradisi ini terletak pada banyaknya simbol adat yang digunakan, namun pemahamannya masih bersifat turun-temurun dan belum dijelaskan secara sistematis, sehingga generasi muda cenderung kurang memahami nilai filosofis di balik tradisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi maanta kampia dan makna yang terkandung pada pelaksanaan tradisi maant maanta kampia Pada Masyarakat Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya makna simbolik bisa dilihat dari isi kampia yaitu siriah langkok melambangkan kesopanan dan penghormatan adat, cincin yang diikat kain kuning simbol ikatan janji komitmen, kemuliaan, kesakralan dalam adat, hantaran tando berupa makanan simbol kemanisan dalam hubungan dan keharmonisan antara kedua belah pihak keluarga, singgang ayam dimaknai pengorbanan, tanggung jawab dan kesiapan dalam membina rumah tangga, lapek sipuluiksimbol keterikatan dan kekompakkan, buah-buahan melambangkan kesuburan dan kesejahteraan, dan harapan keberkahan hidup.