Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Temporal Banjir Kabupaten Wajo 2020 – 2024: Pola Kejadian, Dampak, dan Faktor Penyebab Shohifah Shaf; Mohammad Ikhwan Syahtaria; Christine Sri Marnani
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8046

Abstract

Floods are the primary hydrometeorological disaster in Wajo Regency, threatening food security and human safety. This study aims to analyze the temporal patterns of flood events for the 2020–2024 period, identify regional impacts, and examine the main causal factors. The method employed is descriptive quantitative with a temporal analysis approach using secondary data from BPBD and BMKG. The results indicate fluctuations in flood events, with the highest peak occurring in 2021 (a total of 24 accumulative sub-district events). Temporally, floods consistently occur in December, January, and May. The most significant spatial impact is found in Sabbangparu District (17 events, 47,733 people affected, and 15,706 Ha of agricultural land damage), followed by Tempe and Tanasitolo Districts. Flood triggering factors are multidimensional, including extreme precipitation, embankment failure, upstream discharge accumulation in Lake Tempe, and limitations in hydraulic infrastructure. These findings recommend the need for preventive-adaptive mitigation through the improvement of flood control infrastructure integrated with time-based early warning systems to reduce disaster risks effectively.Keywords: Temporal Analysis, Flood Disaster, Wajo Regency, Mitigation, Temporal Patterns.
Mitigasi Bencana Tanah Longsor Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Kapasitas Masyarakat Guna Mewujudkan Desa Tangguh Bencana Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Dwiki Hermawan; Mohammad Ikhwan Syahtaria; Dody Ruswandi
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8928

Abstract

Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Kabupaten Natuna, khususnya Kecamatan Serasan, merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana longsor. Peristiwa longsor pada 6 Maret 2023 di Desa Pangkalan menunjukkan pentingnya upaya mitigasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek struktural, tetapi juga melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pemanfaatan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi tanah longsor berbasis kearifan lokal dalam memperkuat kapasitas masyarakat guna mewujudkan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini diharapkan menghasilkan strategi mitigasi yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan program DESTANA sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mengurangi risiko bencana, serta memperkuat ketahanan wilayah secara berkelanjutan.