Pulau-pulau terdepan di Kalimantan Utara memiliki nilai strategis yang tinggi bagi kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, kondisi geografis yang kompleks, keterbatasan sarana pertahanan, serta dinamika ancaman lintas batas menuntut adanya strategi pertahanan yang adaptif dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan gelar satuan Artileri Medan (Armed) dalam mendukung keamanan wilayah terdepan Kalimantan Utara sebagai bagian integral dari sistem pertahanan negara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta studi dokumentasi pada satuan Armed dan komando kewilayahan terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menitikberatkan pada aspek doktrin, organisasi, personel, alutsista, dan strategi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi gelar satuan Armed di wilayah Kalimantan Utara memerlukan sinergi antara penataan postur pertahanan, modernisasi alutsista, serta penguatan kerja sama lintas matra dan lintas instansi. Selain itu, beberapa interpretasi data dalam gelar satuan seperti Kesiapan operasional satuan, kondisi personel dan kompetensi teknis, kondisi Alutsista dan sarana pendukung serta aspek logistik dan infrastruktur. Peningkatan gelar satuan Armed bukan hanya memperkuat daya tangkal militer, tetapi juga berperan sebagai bentuk kehadiran negara di wilayah perbatasan. Kesimpulannya, penguatan dan penempatan satuan Armed di Kalimantan Utara tidak dapat dipersepsikan semata sebagai langkah taktis-operasional, melainkan harus dipahami sebagai bagian integral dari perencanaan strategis pertahanan negara. Selain itu, strategi peningkatan gelar satuan Armed merupakan langkah untuk memperkokoh pertahanan negara dan menjaga stabilitas keamanan di pulau-pulau terdepan Kalimantan Utara.