Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Ketidakkonsistenan Definisi pada Entri Kamus Sebagai Problematika Leksikografi Dalam Penyusunan Kamus Bahasa Indonesia di Era Digital Difa Hartati; Sabrina Pramesuari Dwi Nanda; Syarafina Harahap; Yulisin Nazra
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8251

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidakkonsistenan definisi pada entri kamus bahasa Indonesia di era digital. Sejumlah entri kamus ditemukan memiliki definisi yang terlalu umum, ambigu, bersifat sirkular, atau menggunakan pola pendefinisian yang tidak seragam. Kondisi tersebut disebabkan oleh dominannya pendekatan intuitif penyusun kamus, standar editorial yang lemah, dan minimnya pemanfaatan korpus bahasa sebagai data pendukung. Selain itu, integrasi sumber data yang kurang terstandarisasi dalam kamus digital turut menimbulkan perbedaan makna antar platform. Hasil analisis deskriptif entri kamus dan kajian literatur terkini menunjukkan bahwa inkonsistensi definisi menimbulkan miskonsepsi makna bagi pengguna serta melemahkan kredibilitas kamus sebagai acuan kebahasaan. Fenomena ini semakin diperparah oleh laju perkembangan kosakata dan pergeseran makna akibat dinamika sosial budaya dalam era digital yang belum terakomodasi secara memadai. Dalam konteks tersebut, direkomendasikan penerapan model leksikografi berbasis korpus dengan pedoman definisi yang sistematis. Pendekatan ini mencakup penggunaan korpus representatif untuk menyusun definisi, konsistensi dalam menerapkan pola genus–diferensia, pemanfaatan teknologi pemrosesan bahasa alami, dan kolaborasi multidisipliner antar ahli. Dengan demikian, diharapkan konsistensi, kejelasan, dan ketepatan definisi dalam kamus bahasa Indonesia dapat meningkat sesuai dinamika perkembangan bahasa.