Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menembus Mitos Padi Semakin Tinggi Semakin Merunduk Sebuah Pendekatan Semiotik Membongkar Makna yang Mendalam Anggi Nur Febriani; Syarafina Harahap; Difa Hartati; Safira Ayesha Ismaidini; Hoirina Pulungan; Rosmawaty Harahap
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2771

Abstract

Mitos padi semakin tinggi semakin merunduk telah lama hadir dalam budaya agraris di Indonesia. Mitos ini sering diinterpretasikan secara harfiah sebagai simbol kerendahan hati dan ketekunan. Namun, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam proses pemerolehan informasinya, dan menggunakan pendekatan semiotik untuk mengungkap makna yang lebih mendalam di balik mitos tersebut. Penelitian ini mengkaji berbagai sumber terbaru, termasuk penelitian linguistik, untuk memahami konteks dan makna simbolis padi dalam budaya Indonesia. Pendekatan semiotic dengan metode pemerolehan data deskriptif kualitatif digunakan untuk membongkar berbagai tanda dan makna yang terkandung dalam mitos padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos padi semakin tinggi semakin merunduk memiliki makna yang kompleks dan multidimensi. Mitos ini tidak hanya tentang kerendahan hati dan ketekunan, tetapi juga tentang keseimbangan, kesuburan, dan hubungan manusia dengan alam. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam memahami makna mitos padi semakin tinggi semakin merunduk.
Pengaruh Kebiasaan Berbahasa Mahasiswa di Media Sosial Terhadap Kesalahan Pengejaan Dalam Penulisan Tugas Akademik Syarafina Harahap; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Difa Hartati; Yulisin Nazra; Achmad Yuhdi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan berbahasa mahasiswa di media sosial terhadap kesalahan pengejaan dalam penulisan tugas akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei melalui penyebaran angket kepada 25 mahasiswa di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan bahasa tidak baku dan singkatan di media sosial, namun tidak seluruhnya membawa kebiasaan tersebut ke dalam penulisan akademik. Sebagian mahasiswa mampu membedakan penggunaan bahasa informal dan formal sesuai kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Meskipun demikian, kesalahan pengejaan masih ditemukan, terutama dipengaruhi oleh faktor ketelitian dan kebiasaan literasi. Dengan demikian, media sosial memiliki pengaruh potensial terhadap kesalahan ejaan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Analisis Ketidakkonsistenan Definisi pada Entri Kamus Sebagai Problematika Leksikografi Dalam Penyusunan Kamus Bahasa Indonesia di Era Digital Difa Hartati; Sabrina Pramesuari Dwi Nanda; Syarafina Harahap; Yulisin Nazra
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8251

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidakkonsistenan definisi pada entri kamus bahasa Indonesia di era digital. Sejumlah entri kamus ditemukan memiliki definisi yang terlalu umum, ambigu, bersifat sirkular, atau menggunakan pola pendefinisian yang tidak seragam. Kondisi tersebut disebabkan oleh dominannya pendekatan intuitif penyusun kamus, standar editorial yang lemah, dan minimnya pemanfaatan korpus bahasa sebagai data pendukung. Selain itu, integrasi sumber data yang kurang terstandarisasi dalam kamus digital turut menimbulkan perbedaan makna antar platform. Hasil analisis deskriptif entri kamus dan kajian literatur terkini menunjukkan bahwa inkonsistensi definisi menimbulkan miskonsepsi makna bagi pengguna serta melemahkan kredibilitas kamus sebagai acuan kebahasaan. Fenomena ini semakin diperparah oleh laju perkembangan kosakata dan pergeseran makna akibat dinamika sosial budaya dalam era digital yang belum terakomodasi secara memadai. Dalam konteks tersebut, direkomendasikan penerapan model leksikografi berbasis korpus dengan pedoman definisi yang sistematis. Pendekatan ini mencakup penggunaan korpus representatif untuk menyusun definisi, konsistensi dalam menerapkan pola genus–diferensia, pemanfaatan teknologi pemrosesan bahasa alami, dan kolaborasi multidisipliner antar ahli. Dengan demikian, diharapkan konsistensi, kejelasan, dan ketepatan definisi dalam kamus bahasa Indonesia dapat meningkat sesuai dinamika perkembangan bahasa.