Moh. Mustaqim
Universitas Uluwiyah Mojokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KARAKTER KEPEMIMPINAN ANAK USIA DINI MELALUI PENDAMPINGAN SHOLAT DHUHA BERJAMA’AH Moh. Mustaqim; Uji Nur Hidayati
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/r2xnh909

Abstract

Pengembangan karakter kepemimpinan anak usia dini menjadi kebutuhan penting untuk menyiapkan generasi berintegritas, disiplin, jujur, dan memiliki nilai spiritual Islami. Namun, program PAUD pada umumnya masih memisahkan pembiasaan ibadah dari latihan kepemimpinan, sehingga anak belum memperoleh pengalaman memimpin yang terstruktur. Belum terdapat penelitian yang secara khusus mengintegrasikan sholat dhuha dengan pembentukan karakter kepemimpinan melalui praktik anak menjadi imam, padahal model ini berpotensi kuat dalam membangun tanggung jawab dan keberanian. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Dharma Wanita Penanggungan Trawas Mojokerto melalui program sholat dhuha berjama’ah, di mana anak diberi kesempatan menjadi imam sebagai media latihan kepemimpinan. Kebaruan kegiatan ini terletak pada pendekatan integratif yang menjadikan sholat dhuha tidak hanya sebagai pembiasaan spiritual, tetapi sebagai sarana pelatihan kepemimpinan berbasis pengalaman langsung. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pendampingan sholat dhuha, fasilitasi guru, dan evaluasi perilaku anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kedisiplinan, keberanian memimpin doa, kemampuan mengikuti instruksi, serta tumbuhnya kesadaran spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi ibadah dan latihan kepemimpinan efektif membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.
Tinuk Strategi Pelestarian Nilai-nilai Ekologis melalui Permainan Tradisional Berbasis Ekoteologi Tinuk Suparti; Moh. Mustaqim
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i2.25189

Abstract

The ecological crisis necessitates an educational approach that integrates culture, the environment, and spirituality to foster ecological awareness from an early age. While traditional games are widely utilized as a medium for character education and cultural preservation, research regarding their role in transmitting ecological values based on ecotheology remains limited, particularly within early childhood education. This study aims to identify ecological values within traditional games, analyze the process of their internalization through an ecotheological perspective, and formulate strategies for their preservation. The study employs a qualitative approach with a case study design conducted at RA Annabawiyah in Pecalukan, Prigen, Pasuruan. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews, and documentation, involving the school principal, teachers, parents, cultural figures, religious leaders, and children. Data analysis utilized the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldaña, with validity reinforced through source and technique triangulation. The findings indicate that traditional games embody values of harmony with nature, environmental responsibility, communal cooperation, simplicity, and sustainability. These values are internalized through imitation, habituation, and social reflection. From an ecotheological perspective, traditional games contribute to strengthening ecological spirituality by fostering awareness of the interconnectedness between humans, nature, and the Divine. The study yields an integrative ecotheology-based conceptual model that combines traditional games, ecological values, and environmental humanities within early childhood education; traditional games serve as a mechanism for transmitting ecological values through ecological spirituality, thereby establishing a new conceptual framework for sustainable early childhood education. The implications of this research contribute to the development of an early childhood education model based on ecological culture and spirituality.