Pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali yaitu mempersiapkan seseorang menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur. Pendidikan akhlak adalah suatu persoalan penting dan agung nilainya. Al-Ghazali berpendapat bahwa pendidikan akhlak merupakan upaya sungguh-sungguh yang berkelanjutan dalam mendorong jiwa manusia untuk berakhlak mulia.Pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali ialah proses pembentukan akhlak seseorang yang sempurna disertai dengan pembinaaan yang sungguh-sungguh sehingga terwujud suatu keseimbangan. Bahwasannya seorang anak yang menginginkan dirinya mempunyai akhlak baik maka ia harus berlatih secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Pendidikan akhlak anak harus dibina sejak dini. Karena sejak usia dini fitrah anak masih tetap suci dan bening sehingga dapat memberikan pengajaran yang paling subur dan bagus serta efektif bagi anak. Serta perkembangannya terbilang emas untuk belajar segala hal karena hatinya masih kosong dari segala hal yang menyibukkan dan beban berat berpikirAl-Ghazali menganjurkan dalam mendidik anak dan membina akhlaknyaa dengan cara latihan dan pembiasaan yang sesuai dengan perkembangan jiwanya. Meskipun yang awalnya dipaksakan, supaya anak terhindar dari keterlanjuran yang menyesatkan. Cara pembiasaan dilakukan secara bertahap, dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan negatif menjadi kebiasaan positif. Pembiasaan yang baik sangat penting bagi pembentukan pribadi anak dan akan terus berpengaruh pada anak sampai hari tuanya. Al-Ghazali menganjurkan supaya orang tua memberikan pembiasaan serta latihan beribadah kepada anak, cara bersuci, shalat, berdoa, berpuasa dan lain sebagainya. Sehingga secara bertahap akan tumbuh rasa gembira melakukan ibadah, dengan sendirinya anak terdorong untuk melakukannya tanpa perintah dari siapapun, tetapi terdorong dari dirinya pribadi dengan penuh kesadaran. Kata Kunci: Implementasi Pendidikan Akhlak Anak, Al-Ghazali