Dwierra Evvyernie
Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB University Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)  dan Bawang Putih (Allium sativum) sebagai Fitogenik Pemodifikasi Rumen: Evaluasi Fermentabilitas dan Protozoa Secara In Vitro: Cinnamon Bark (Cinnamomum burmannii) and Garlic (Allium sativum) as Phytogenic Rumen Modifiers: An In Vitro Evaluation of Fermentability and Protozoa Annisa Rosmalia; Dilla Mareistia Fassah; Rahima Sucita Puteri; Dhona Arbi Nurlela; Dwierra Evvyernie
Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
Publisher : Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jintp.24.1.59-63

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan bawang putih (Allium sativum) bubuk sebagai phytogenic additive terhadap fermentabilitas dan populasi protozoa secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 3 x 3 dengan tiga imbangan hijauan:konsentrat (30:70, 50:50, 70:30) dan tiga jenis phytogenic additive (kontrol, kayu manis, bawang putih) pada dosis 2% bahan kering. Parameter yang diamati meliputi pH rumen, konsentrasi amonia (NH3), produksi volatile fatty acids (VFA) total, dan populasi protozoa. Analisis data dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA) dan diuji Duncan untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan imbangan hijauan:konsentrat dan jenis phytogenic additive tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap pH rumen, konsentrasi NH3, produksi VFA total, dan populasi protozoa. Penelitian ini menunjukkan kondisi rumen tidak terganggu yang ditunjukkan oleh seluruh parameter berada dalam kisaran normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan imbangan hijauan:konsentrat dan phytogenic additive tidak mengganggu keseimbangan rumen.