Nuraini Yulianti
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Kanker Serviks dengan Partisipasi Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat): The Relationship Between Knowledge of Women of Childbearing Age About Cervical Cancer and Participation in IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) Examination Nuraini Yulianti; Luvi Dian Afriyani
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.731

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women, particularly in developing countries, and can be prevented through early detection using the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test. However, the coverage of VIA screening at UPTD Puskesmas Sepaku III remains low. This is due to limited knowledge contribute to low participation in VIA screening. This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge of women of reproductive age (WRA) about cervical cancer and their participation in VIA screening in the working area of UPTD Puskesmas Sepaku III. The literature review in this study employed the Health Belief Model (HBM) framework to explain how knowledge influences risk perception, perceived benefits, and individual decision-making regarding screening. The research used a quantitative method with a correlational analytic design and a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a simple random sampling technique involving 95 women of reproductive age. Data were collected through a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were then analyzed using the chi-square statistical test. The results showed that most respondents had a good level of knowledge; however, although the majority were knowledgeable, there were still proportions of women with moderate and low knowledge that statistically influenced participation in VIA screening. Statistical analysis indicated a significant relationship between the level of knowledge of women of reproductive age about cervical cancer and participation in VIA screening (p-value = 0.027). This study concludes that knowledge plays an important role in encouraging women’s participation in VIA screening; therefore, continuous and contextually relevant health education needs to be strengthened.   ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, khususnya di negara berkembang, yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Namun, cakupan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Sepaku III masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan mempengaruhi rendahnya partisipasi dalam pemeriksaan IVA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang kanker serviks dengan partisipasi pemeriksaan IVA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sepaku III. Kajian pustaka dalam penelitian ini menggunakan kerangka Health Belief Model (HBM) untuk menjelaskan bagaimana pengetahuan mempengaruhi persepsi risiko, manfaat, dan keputusan individu dalam melakukan skrining. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling terhadap 95 WUS. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik, meskipun mayoritas berpengetahuan baik, masih terdapat proporsi WUS dengan pengetahuan cukup dan kurang yang memengaruhi partisipasi pemeriksaan IVA secara statistik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan WUS tentang kanker serviks dengan partisipasi pemeriksaan IVA (p-value = 0,027). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan berperan penting dalam mendorong partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA, sehingga diperlukan penguatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan kontekstual.
Penerapan Pijat Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMPN 2 Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Nuraini Yulianti; Maryani; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from WHO obtained an incidence of 1,769,425 people (90%) of women who experience dysmenorrhea, 10%-15% of whom experience severe dysmenorrhea. Dysmenorrhea is pain before or during menstruation, occurring on the first day to several days of menstruation. Dysmenorrhea can have various unfavorable impacts on adolescent girls. These impacts include disrupted activities, limited physical activity, social isolation, poor concentration, absenteeism in the teaching and learning process at school and class, loss of concentration at school, inability to do homework, limitations in sports activities, limitations to go out with friends. Acupressure is the science of healing by doing massage at certain points, this science comes from China which has existed for more than 500 years. Community service is carried out in 3 stages, namely: Stage 1 Selection of adolescent girls who are willing to get acupressure massage to reduce pain. Stage 2: Conducting socialization and giving acupressure massage to reduce pain during dysmenorrhea. This community service activity was attended by 15 respondents consisting of 7th, 8th, and 9th grade students of SMPN 2 Penajam. From the results of univariate analysis before being given counseling to 15 respondents, 3 (20%) respondents had a sufficient level of knowledge and 12 (80%) respondents had a lack of knowledge and after counseling the results obtained from 15 respondents there were 15 (100%) respondents had a good level of knowledge. From the results obtained after counseling there is an increase in respondents' knowledge of the material provided.   Abstrak Data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore, 10%-15% diantaranya mengalami dismenore berat. Dismenore adalah nyeri sebelum atau selama menstruasi, terjadi pada hari pertama sampai beberapa hari masa menstruasi. Dismenore dapat memberikan berbagai dampak yang kurang baik bagi remaja putri. Dampak tersebut meliputi aktivitas yang terganggu, keterbatasan aktivitas fisik, isolasi sosial, konsentrasi yang buruk, ketidakhadiran dalam proses belajar mengajar di sekolah dan kelas, kehilangan konsentrasi di sekolah, ketidakmampuan untuk pekerjaan rumah, keterbatasan dalam aktivitas olahraga, keterbatasan untuk keluar dengan teman. Akupresure merupakan ilmu penyembuhan dengan cara melakukan pijat pada titik - titik tertentu, ilmu ini berasal dari Tionghoa yang suda ada sejak lebih dari 500 tahun yang lalu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu : Tahap 1 Pemilihan remaja putri yang bersedia mendapatkan pijat akupresure untuk mengurangi nyeri. Tahap 2 : Melakukan sosialisasi dan pemberian pijat akupresure untuk mengurangi nyeri pada saat dismenore. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini di ikuti 15 orang responden yang terdiri dari siswi kelas 7,8,dan 9 SMPN 2 Penajam. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 15 responden terdapat 3 anak (20%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 12 anak (80%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari responden ada 15 anak (100%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan respondenterhadap materi yang diberikan.