Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh informasi dan menyelesaikan tugas akademik. Namun, penggunaan AI yang tidak disertai tanggung jawab dapat memunculkan problematika plagiarisme dan mempengaruhi integritas akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam kegiatan akademik mahasiswa, bentuk plagiarisme di era AI, dampaknya terhadap integritas akademik, upaya penguatan integritas akademik, serta perspektif fiqih siyasah terhadap penggunaan AI dalam dunia akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang dipadukan dengan pendekatan normatif perspektif fiqih siyasah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara terhadap mahasiswa serta dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Fatah Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI membantu mahasiswa dalam mencari referensi, memahami materi, dan menyelesaikan tugas akademik secara lebih praktis. Namun, penggunaan AI secara berlebihan tanpa proses analisis dan parafrase dapat meningkatkan praktik plagiarisme, menurunkan kemampuan berpikir kritis, serta mempengaruhi integritas akademik mahasiswa. Upaya penguatan integritas akademik dapat dilakukan melalui pendidikan karakter, pengawasan penggunaan AI, penerapan aturan akademik, serta keteladanan dosen dalam proses pembelajaran. Perspektif fiqih siyasah memandang bahwa penggunaan AI diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, khususnya sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.