Dalam dunia kerja yang serba modern, tingkat kepuasan kerja karyawan dapat dilihat dari tingkat turnover sebuah perusahaan. Generasi Z sudah mulai mendominasi dunia kerja, dan peningkatan turnover semakin terlihat akibat ekspektasi mereka yang tinggi terhadap fleksibilitas kerja, keseimbangan kehidupan pribadi, budaya kerja yang sesuai dengan pribadi mereka, serta kompensasi yang adil. Ekspekasi yang tidak sesuai dengan harapan tersebut dapat menimbulkan ketidakpuasan, sehingga perushaan perlu memahami factor apa saja yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja, terutama work-life balance, budaya organisasi, dan kompensasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh work-life balance, budaya organisasi, dan kompensasi terhadap kepuasan kerja pada karyawan generasi Z di Jakarta. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner online menggunakan google form dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden, menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling – Partial Least Square (SEM-PLS) dengan pendekatan kuantitatif, yang diolah dengan Software SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan work-life balance, budaya organisasi, dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada karyawan generasi Z di Jakarta. In today’s modern workplace, employee job satisfaction can be seen from a company's turnover rate. Generation Z is starting to dominate the workforce, and the increasing turnover is becoming evident due to their high expectations for work flexibility, personal life balance, work culture that aligns with their personal values, and fair compensation. Expectations that do not meet these hopes can lead to dissatisfaction, therefore, companies need to understand what factors influence job satisfaction, especially work-life balance, organizational culture, and compensation. The purpose of this study aims to investigate the influence of work-life balance, organizational culture, and compensation on job satisfaction among Generation Z employees in Jakarta. This study uses primary data collected through an online questionnaire distributed via Google Form, with a total sample of 200 respondents, employing a non-probability sampling technique with a purposive sampling approach. The data analysis method used in this study is Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) with a quantitative approach, processed using SmartPLS 4 software. The results of this study indicate that work-life balance, organizational culture, and compensation have a positive and significant effect on job satisfaction among Generation Z employees in Jakarta.