Mahasiswa rantau kerap dihadapkan pada tuntutan untuk beradaptasi dengan kehidupan mandiri di kota perantauan, termasuk penyesuaian akademik, sosial, dan terutama finansial. Tingginya biaya hidup di kota besar seperti Jakarta membuat kemampuan mengelola keuangan menjadi faktor penting agar mahasiswa dapat menjaga keberlangsungan studi serta keseharian mereka. Dalam konteks tersebut, penelitian ini berupaya menelaah sejauh mana literasi keuangan, sikap keuangan, dan kecemasan finansial berkaitan dengan perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa rantau di Jakarta. Kajian ini berlandaskan Theory of Planned Behavior, yang memandang bahwa perilaku seseorang dibentuk oleh sikap, keyakinan, serta persepsi atas kemampuan mengendalikan tindakan tertentu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa rantau yang sedang menempuh pendidikan tinggi dan tinggal terpisah dari orang tua yang terdiri dari 200 responden. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural berbasis partial least squares (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan cenderung berhubungan positif dengan perilaku pengelolaan keuangan, sedangkan kecemasan finansial tidak memperlihatkan hubungan yang kuat terhadap perilaku tersebut. Temuan ini memberi gambaran bahwa pemahaman dan pandangan positif mengenai keuangan dapat berperan dalam membentuk perilaku keuangan yang lebih terarah, sementara tekanan emosional terkait kondisi finansial belum tentu menghambat kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan. Dengan demikian, penting bagi mahasiswa rantau untuk terus mengembangkan literasi keuangan dan membangun sikap keuangan yang sehat sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian finansial. Away-from-home students often face demands to adapt to independent living in a new city, including academic, social, and especially financial adjustments. The high cost of living in metropolitan areas such as Jakarta makes financial management skills an essential aspect for maintaining both their studies and daily needs. In this context, this study aims to examine the extent to which financial literacy, financial attitude, and financial anxiety are related to the financial management behavior of away-from-home students in Jakarta. This research is grounded in the Theory of Planned Behavior, which suggests that an individual’s behavior is shaped by attitudes, beliefs, and perceived behavioral control toward the behavior. The study employs a descriptive quantitative approach, using questionnaires distributed to away-from-home students who are currently pursuing higher education while living separately from their parents, consisting of 200 respondents. Data were analyzed using structural equation modeling with partial least squares (SEM-PLS). The findings show that financial literacy and financial attitude tend to have a positive relationship with financial management behavior, whereas financial anxiety does not exhibit a strong relationship with the behavior. These results suggest that knowledge and positive views regarding finance may contribute to more directed financial behavior, while emotional pressure related to financial conditions does not necessarily impede students’ ability to manage their finances. Therefore, it is important for away-from-home students to continuously develop financial literacy and build healthy financial attitudes as part of efforts to strengthen their financial independence.