Latar Belakang: Cyberbullying merupakan bentuk perundungan digital yang semakin meningkat pada remaja dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, stres, depresi, hingga krisis kesehatan mental. Remaja di komunitas pedesaan masih memiliki keterbatasan literasi digital dan dukungan psikososial sehingga rentan mengalami dampak tersebut. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cyberbullying dengan risiko krisis kesehatan mental pada remaja di ILP Remaja Desa Pelem Kecamatan Pare. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 30 remaja yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner paparan cyberbullying dan risiko kesehatan mental yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 46,7% responden mengalami paparan cyberbullying kategori sedang dan 50% memiliki risiko kesehatan mental kategori sedang. Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara paparan cyberbullying dan risiko krisis kesehatan mental (r=0,624; p=0,001).. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara paparan cyberbullying dan risiko krisis kesehatan mental pada remaja. Upaya pencegahan serta intervensi berbasis komunitas, termasuk pendidikan digital dan dukungan oleh kader remaja, sangat diperlukan untuk mengurangi dampak buruk cyberbullying pada kesehatan mental remaja. Kata kunci: cyberbullying; kesehatan mental remaja; krisis mental; remaja; keperawatan komunitas