Mikael Emi Bernadud
Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Model Kepemimpinan Transformasional Berbasis Nilai Budaya Kula Babong dalam Penguatan Kinerja Dosen Mikael Emi Bernadud; Neti Karnati; Rihlah Nur Aulia
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2026): in press
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v6i1.15843

Abstract

Kepemimpinan akademik di perguruan tinggi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya motivasi kerja dosen, terbatasnya kolaborasi akademik, serta lemahnya keteladanan kepemimpinan yang mampu menginspirasi komunitas akademik. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja dosen tidak hanya ditentukan oleh kebijakan struktural, tetapi juga oleh model kepemimpinan yang mampu membangun makna, nilai, dan komitmen bersama dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan transformasional berbasis nilai budaya Kula Babong sebagai kerangka konseptual untuk memperkuat kinerja dosen di perguruan tinggi Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan para informan yang terdiri atas tokoh adat dan pelaku budaya yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Kula Babong seperti kejujuran, solidaritas, musyawarah, dan tanggung jawab moral memiliki kesesuaian konseptual dengan dimensi kepemimpinan transformasional serta berpotensi memperkuat motivasi, kolaborasi akademik, dan komitmen dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam kepemimpinan akademik dapat menjadi pendekatan kontekstual yang memperkaya praktik kepemimpinan pendidikan tinggi dan memperkuat kinerja dosen secara berkelanjutan.