Melza Astika
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia DiniDi Lingkungan Sekolah: Studi Deskriptif Kualitatif Di Tk Harapan Bunda Kabupaten Oku Selatan Ovi Arieska Mefa; Mutriana; Melza Astika; Umi Halimah; Mita Tria Ningtias; Sulastri
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam perkembangan sosial emosional anak usia 4–5 tahun di TK Harapan Bunda Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Latar belakang penelitian didasari oleh urgensi stimulasi sosial emosional pada masa emas anak (golden age) dan masih ditemukannya sejumlah anak yang memperlihatkan perilaku egosentris serta kesulitan berbagi di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berjenis deskriptif dengan subjek enam anak kelompok A dan satu guru kelas sebagai informan kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama lima hari, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi pada 5–9 Mei 2026. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman (2014) meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,7% anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) hingga Berkembang Sangat Baik (BSB) pada aspek kerja sama, berbagi, dan penggunaan bahasa santun; sementara 33,3% masih berada pada tahap Mulai Berkembang (MB) khususnya pada indikator pengendalian emosi dan inisiatif interaksi sosial. Tiga strategi utama yang diterapkan guru meliputi: (1) pembiasaan nilai sosial melalui circle time dan nyanyian tematik, (2) bermain peran kolaboratif berbasis kearifan lokal OKU Selatan, dan (3) keteladanan guru yang konsisten. Faktor pendukung meliputi rasio guru-anak yang ideal dan lingkungan bermain yang kondusif, sedangkan keterbatasan alat permainan edukatif berbasis emosi dan minimnya program parenting menjadi faktor penghambat utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekosistem sekolah yang dirancang dengan strategi berbasis bermain mampu mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak secara signifikan.