ABSTRACT Music has become an important tool not only to support alternative narratives against the systematic efforts of cultural resistance. This can be found in the movements against Zionist colonialism that aims to erase Palestinian cultural identity. The movement also help strengthening collective solidarity and articulate hopes for liberation. This study discusses the cultural resistance embedded in the Palestinian Israeli conflict, focusing on the song Sawf Nabqa Huna as a medium of symbolic resistance and identity. This study uses qualitative methods through a critical discourse analysis framework to examine the lyrics of Sawf Nabqa Huna in the context of Palestinian sociopolitical conditions. Primary data includes the lyrics and their translations, while secondary data is obtained from academic literature on postcolonial theory and Fanon. Data analyzed through the Miles and Huberman model includes all elements, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that songs are not only aesthetic but also function as tools of decolonization that affirm Palestinian identity, dignity, and shared experiences. Furthermore, musical expression is understood as a multidimensional field of struggle that is political, epistemological, cultural, and spiritual, transcending the military sphere. Therefore, music plays a strategically important role in articulating alternative narratives, strengthening collective resilience, and reconstructing the authentic identity of Palestinians under occupation toda. ABSTRAK Musik telah menjadi instrumen penting yang tidak hanya mendukung narasi alternatif dalam melawan upaya sistematis terhadap resistensi kebudayaan. Fenomena ini dapat ditemukan dalam gerakan melawan kolonialisme Zionis yang bertujuan menghapus identitas budaya Palestina. Gerakan tersebut juga berkontribusi dalam memperkuat solidaritas kolektif dan menyuarakan harapan akan pembebasan. Penelitian ini membahas resistensi budaya yang tertanam dalam konflik Palestina-Israel, dengan fokus pada lagu Sawf Nabqa Huna sebagai medium perlawanan simbolis dan identitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui kerangka analisis wacana kritis untuk mengkaji lirik lagu Sawf Nabqa Huna dalam konteks kondisi sosialpolitik Palestina. Data primer meliputi: lirik lagu beserta terjemahannya, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur akademik mengenai teori pascakolonial dan pemikiran Fanon. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang mencakup seluruh tahapan, meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu tidak hanya bernilai estetis, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen dekolonisasi yang menegaskan identitas, martabat, dan pengalaman kolektif rakyat Palestina. Lebih lanjut, ekspresi musik dipahami sebagai ranah perjuangan multidimensional yang bersifat politis, epistemologis, kultural, dan spiritual, yang melampaui ranah militer. Oleh karena itu, musik memainkan peran strategis yang penting dalam menyuarakan narasi alternatif, memperkuat ketahanan kolektif, dan merekonstruksi identitas autentik masyarakat Palestina di bawah pendudukan saat ini.