Ria Tri Hartini
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE SIMULTION GAME LEGO UNTUK MENINGKATKAN SKILL PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENGATASI PROBLEM SOLVING SISWA SMP KELAS 8 Yoga Khoirul Anam; Ria Tri Hartini; Alfan Nurngain
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.8052

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kemampuan pengambilan keputusan dan problem solving siswa akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya penggunaan media pembelajaran inovatif. Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), salah satunya kemampuan pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar aktif, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode simulation game lego terhadap kemampuan pengambilan keputusan dalam problem solving siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental design). Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua kelompok diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan posttest untuk mengetahui hasil setelah perlakuan. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran menggunakan metode simulation game lego, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode simulation game lego memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan pengambilan keputusan siswa dalam problem solving. Melalui aktivitas simulasi dan konstruksi menggunakan lego, siswa menjadi lebih aktif dalam menganalisis masalah, menyusun strategi, menentukan alternatif solusi, serta mengevaluasi hasil keputusan secara sistematis. Selain itu, pendekatan game based learning yang diterapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. Penggunaan media lego juga membantu siswa memahami konsep secara konkret melalui pengalaman langsung (learning by doing) sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Dengan demikian, metode simulation game lego dapat dijadikan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan problem solving siswa SMP sekaligus mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
PENGUASAAN TAJWID DENGAN METODE AN-NAHDLIYAH DALAM PEMBELAJARAN YANBU'A KELAS 4 TPQ RAUDHLOTHUT THULLAB KEMIRI MOJOTENGAH WONOSOBO Ria Tri Hartini; Nur Lu’lu’ul Maknunah; Rindiana Rindiana; Denisa Amni Nabilah Amin; Muhammad Khairy Abdullah Dzaky; Fatkhurrohman Fatkhurrohman
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8217

Abstract

This study aims to describe the implementation of the An-Nahdliyah method in Yanbu’a learning, identify the supporting and inhibiting factors affecting tajwid mastery, and analyze the effectiveness of the An-Nahdliyah method in improving the tajwid mastery of fourth-grade students at TPQ Raudhlothut Thullab Kemiri Mojotengah Wonosobo. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: 1) the implementation of the An-Nahdliyah method in fourth-grade Yanbu’a learning is carried out in a structured and consistent manner through classical learning, emphasizing rhythmic beats (ketukan), imitation (taqlid), and repetition. The learning process begins with the teacher providing correct recitation examples in accordance with tajwid rules, followed by collective rhythmic recitation, individual reading practice, and direct correction of errors related to letter articulation (makhraj), letter characteristics, and recitation rules. This method functions as a habituation process to accustom students to reciting the Qur’an in a tartil manner and in accordance with tajwid principles. 2) the supporting factors for tajwid mastery include the competence of teachers in applying the An-Nahdliyah rhythmic technique, students’ enthusiasm and motivation, a conducive learning environment, and a regular learning schedule. Meanwhile, the inhibiting factors include differences in students’ initial abilities, limited instructional time, less optimal individual guidance, and a lack of recitation practice at home. 3) the effectiveness of the An-Nahdliyah method in improving tajwid mastery is categorized as good, as indicated by increased accuracy in letter articulation, application of letter characteristics, and tajwid rules such as mad, nun sakinah, and mim sakinah. Nevertheless, the improvement in tajwid mastery has not been evenly achieved among all students, indicating the need for reinforcement through individual guidance as a complement to classical learning in order to achieve more optimal results.