Faizal Yusuf Abdulgani
LSPR Institute of Communication and Business

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komparasi Penanganan Krisis Komunikasi Program Pangan Publik di India dan China serta Implikasi Strategis bagi Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Narendra Angkita; Faizal Yusuf Abdulgani; Hendra Syaputra
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/5aa4zj11

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia merupakan kebijakan strategis untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk, namun pelaksanaannya rentan terhadap krisis komunikasi, baik terkait isu anggaran maupun kualitas implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan implikasi strategis bagi komunikasi krisis MBG melalui studi komparatif terhadap penanganan krisis pada program pangan publik di India (Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman) dan China (Nutrition Improvement Program). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif, penelitian ini menganalisis pola respons krisis kedua negara melalui kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Two-Way Symmetrical Model. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan: India cenderung menerapkan strategi Rebuilding yang mengedepankan akuntabilitas terbuka dan tindakan korektif dialogis, sementara China berfokus pada pemulihan citra otoritas melalui kontrol informasi dan penindakan hukum tegas. Berdasarkan pembelajaran tersebut, penelitian ini merekomendasikan bahwa pemerintah Indonesia harus mengadopsi strategi "Akuntabilitas Proaktif" dengan menjadikan strategi Rebuilding—meliputi permintaan maaf tulus (mortification) dan perbaikan terukur—sebagai mandat respons krisis. Pendekatan ini perlu didukung oleh mekanisme dialog simetris untuk menjaga legitimasi kebijakan dan kepercayaan publik dalam sistem demokrasi.