Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Sosial dan Budaya dalam Praktik Pengolahan Air Limbah Domestik (Studi Kualitatif di Kawasan Industri JOB Tomori Kabupaten Banggai): Social and Cultural Changes in Domestic Wastewater Treatment Practices (Qualitative Study in the JOB Tomori Industrial Area, Banggai Regency) Arham Hidayat; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami perubahan sosial dan budaya dalam praktik pengolahan air limbah domestik di kawasan industri JOB Tomori, Kabupaten Banggai. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya tidak hanya aspek teknis, tetapi juga peran nilai, norma, dan perilaku kolektif dalam menunjang efektivitas sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi transformasi budaya kerja di lingkungan industri, ditandai dengan meningkatnya kesadaran ekologis, internalisasi nilai etika lingkungan, dan terbentuknya norma sosial yang mendorong perilaku ramah lingkungan. Sistem IPAL tidak hanya dipahami sebagai kewajiban perusahaan, tetapi telah menjadi kebutuhan bersama yang dipandang penting dalam menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam bentuk perbedaan tingkat pemahaman dan kebiasaan personal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya masing-masing karyawan. Penelitian ini menyarankan pentingnya edukasi berkelanjutan, penguatan norma berbasis nilai lokal, serta pelibatan semua pihak dalam pengawasan dan inovasi pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Hasil studi ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang dimensi sosial-budaya dalam manajemen lingkungan di kawasan industri.
Maskulinitas, Hierarki, dan Keengganan Melapor (Studi Budaya Keselamatan Kerja di Industri Migas JOB Tomori): Masculinity, Hierarchy, and Reluctance to Report (A Study of Occupational Safety Culture in the Oil and Gas Industry at JOB Tomori) Novian Tri Sukma; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8117

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami pengaruh nilai-nilai maskulinitas, struktur hierarki kerja, dan dinamika budaya organisasi terhadap perilaku pelaporan cedera ringan (First Aid Case/FAC) di industri migas JOB Tomori. Dalam budaya kerja maskulin yang kuat, pelaporan FAC sering dipersepsikan sebagai tanda kelemahan, khususnya pada pekerja pria yang dikonstruksikan secara sosial sebagai pribadi tangguh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan multibackground. Analisis tematik mengidentifikasi tiga temuan kunci. Pertama, nilai maskulinitas mendorong pengabaian cedera ringan dan penanganan mandiri. Kedua, status kerja kontrak menghambat pelaporan akibat kekhawatiran terhadap evaluasi kinerja dan kelangsungan kontrak. Ketiga, hubungan interpersonal dengan atasan dan suasana kerja suportif menjadi faktor pendorong keterbukaan. Pekerja juga mengembangkan strategi bertahan untuk menjaga keselamatan tanpa melanggar norma budaya. Disimpulkan bahwa budaya keselamatan di industri migas terikat dimensi sosial seperti maskulinitas dan hierarki. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kultural yang empatik, partisipatif, dan sensitif terhadap struktur sosial pekerja untuk membangun sistem pelaporan insiden yang inklusif dan efektif.