Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Modul Ajar Para Penghuni Alam Untuk Meningkatkan Pemahaman Ekosistem Dan Sikap Peduli Lingkungan Pada Siswa SD Kelas 3: Implementation of the Nature Inhabitants Teaching Module to Improve Ecosystem Understanding and Environmental Care Attitudes in Grade 3 Elementary School Students Nabillaila Qurotunnisa; Rahma Zahara Nurzain; Shofa Shofiyana; Afifah Khoerani; Mellisa Aulia Nursiamy; Amanda Zahira; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9781

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep ekosistem serta minimnya sikap peduli lingkungan akibat pembelajaran yang masih abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Modul Ajar “Para Penghuni Alam” dalam meningkatkan pemahaman konsep ekosistem dan sikap peduli lingkungan siswa kelas III Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain One Group Pretest–Posttest, melibatkan 36 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda sebanyak 10 butir yang telah dinyatakan valid dan reliabel, serta lembar observasi perilaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara pretest dan posttest berdasarkan uji Wilcoxon (Sig. 0,000 < 0,05), dengan nilai rata-rata meningkat dari 55,30 menjadi 86,70 dan nilai N-Gain sebesar 0,5675 (kategori sedang). Analisis HOTS menunjukkan capaian C4 kategori tinggi, sementara C5 dan C6 berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul ajar berbasis lingkungan mampu memfasilitasi pembelajaran yang bermakna, mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta menumbuhkan perilaku peduli lingkungan. Secara keseluruhan, modul ini terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman ekosistem sekaligus membangun karakter ekologis pada peserta didik.
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Miniatur Pohon untuk Peningkatan Pemahaman Konsep IPAS di Kelas IV SD: The Use of Problem Based Learning Model Assisted by Miniature Tree Media to Improve Understanding of Science Concepts in Grade IV Elementary School Andi Hanifah Muthmainnah; Desy Fitriani Mukti; Dinda Hudaya Nur Fadilah; Fathan Tamam; Luthfiah Hanifah; Semilir Inas Khairani; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10258

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar, khususnya pada siswa kelas IV, masih menghadapi tantangan dalam hal tingkat pemahaman konsep yang masih rendah. Situasi ini terjadi karena materi yang diajarkan cenderung abstrak dan minimnya penerapan model pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif serta penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret. Maka dari itu, dibutuhkan inovasi dalam strategi pembelajaran yang tidak hanya membuat siswa menjadi lebih aktif, tetapi juga dapat membantu mereka dalam memahami konseptual secara mendalam dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif penerapan Model Problem Based Learning (PBL) yang menggunakan media miniatur pohon dalam membantu siswa SD kelas IV memahami konsep IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design jenis One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 18 siswa kelas IV SD. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep IPAS yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji Wilcoxon Signed Rank Test, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman konsep IPAS siswa, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari pretest sebesar 46,67 menjadi 64,44 pada posttest, dengan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,012 (< 0,05). Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,366 berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning berbantuan media miniatur pohon berhasil meningkatkan pemahaman konsep IPAS para siswa, karena mampu mengaitkan permasalahan kontekstual dengan media konkret sehingga dapat membantu siswa memahami konsep yang bersifat abstrak secara lebih mendalam dan bermakna
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Media Papan Gaya Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas IV SD : The Influence of the Jigsaw Type Cooperative Learning Model Assisted by Style Board Media on the Cognitive Learning Outcomes of Fourth Grade Elementary School Students Aulia Mella Nooraisya; Syafa Aulia Tresarini; Widya Florensia Tarigan; Resa Salma Salsabila Az-Zahra; Shelsa Cantika Bahri; Luthfia Chairun Nisa Putri Syahbana; Haykal Gunanda Ahmad; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS Bab II Topik A “Apa itu Gaya?”. Latar belakang penelitian muncul dari rendahnya nilai Pre-test siswa yang berada pada rentang 30–80 dengan rata-rata 60,00, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami konsep gaya secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model Jigsaw yang menekankan kerja sama, interaksi, dan tanggung jawab individu melalui kegiatan kelompok asal dan kelompok ahli Penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One-Group Pretest–Posttest melibatkan 29 siswa yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa 10 soal Pre-test dan 10 soal Post-test ranah kognitif menganalisis dan mengevaluasi yang telah divalidasi ahli. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas, Paired Samples t-test, serta perhitungan N-gain Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 60,00 menjadi 80,34 pada post-test. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil Paired Samples t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai Pre-test dan post-test. Nilai rata-rata N-gain sebesar 0.5231 atau 52,31% berada pada kategori sedang, menandakan bahwa model Jigsaw cukup efektif meningkatkan pemahaman konsep gaya baik pada siswa berkemampuan rendah maupun tinggi secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terbukti memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi gaya dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran IPAS di sekolah dasar.