Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Hedonik dan Mutu Gizi Barongko Dengan Subtitusi Kacang Hijau dan Daun Kelor sebagai Alternatif Makanan Tambahan Ibu Hamil KEK: Hedonic Test and Nutritional Quality of Barongko with Mung Beans and Moringa Leaves as an Alternative Supplementary Food for Pregnant Women with KEK Irna Yuliani; Hijrah Asikin; Faramitha
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11107

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan di Indonesia dan dapat bermula sejak masa kehamilan, terutama pada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK). Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan makanan tambahan berbasis pangan lokal yang bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu gizi, tingkat penerimaan, dan menentukan formulasi terbaik produk barongko dengan substitusi kacang hijau dan daun kelor sebagai alternatif makanan tambahan bagi ibu hamil KEK. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga formulasi (F1, F2, F3) dengan perbedaan proporsi pisang kepok, kacang hijau, dan daun kelor. Uji hedonik dilakukan oleh 30 panelis semi-terlatih terhadap aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis, sedangkan penentuan formulasi terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi meningkat seiring dengan penambahan kacang hijau dan daun kelor, dengan formulasi F3 memiliki nilai tertinggi untuk energi (171,91 kkal), protein (5,75 g), zat besi (1,88 mg), dan vitamin C (5,50 mg) per 100 gram. Uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p>0,05) pada seluruh parameter. Namun, berdasarkan indeks efektivitas, formulasi F3 (50:35:15) menjadi yang terbaik dengan nilai 0,925. Disimpulkan bahwa barongko dengan substitusi kacang hijau dan daun kelor, khususnya formulasi F3, berpotensi sebagai alternatif makanan tambahan yang bergizi dan dapat diterima untuk ibu hamil KEK dalam upaya pencegahan stunting.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) HASIL FERMENTASI TERHADAP MUTU ROTI TAWAR: The Effect of Substituting Purple Sweet Potato Flour (Ipomoea batatas) From Fermentation on The Quality of Plain Bread Faramitha; Hijrah Asikin
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roti tawar merupakan salah satu produk pangan berbasis tepung terigu yang banyak dikonsumsi masyarakat dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui substitusi bahan lokal. Ubi jalar ungu yang dimodifikasi secara fermentasi memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan nilai fungsional roti tawar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu hasil fermentasi terhadap mutu organoleptik dan karakteristik fisikokimia roti tawar. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan substitusi tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu fermentasi, yaitu T0 (100:0), T1 (80:20), T2 (70:30), T3 (60:40), dan T4 (50:50). Uji organoleptik dilakukan menggunakan metode hedonik terhadap parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa, sedangkan analisis fisikokimia meliputi kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis tertinggi diperoleh pada perlakuan T0, diikuti T1 dan T2, dengan kecenderungan penurunan kesukaan seiring peningkatan tingkat substitusi. Analisis statistik menunjukkan bahwa substitusi tepung ubi jalar ungu fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar serat, karbohidrat, dan aktivitas antioksidan (p < 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, protein, dan lemak (p > 0,05). Substitusi hingga 30% mampu meningkatkan kadar serat dan aktivitas antioksidan serta menurunkan kadar karbohidrat, dengan karakteristik mutu yang masih memenuhi persyaratan roti tawar berdasarkan SNI 01-3840-1995, khususnya kadar air maksimal 40%. Dapat disimpulkan bahwa roti tawar dengan substitusi tepung ubi jalar ungu fermentasi hingga 30% berpotensi dikembangkan sebagai produk roti tawar fungsional berbasis pangan lokal dengan daya terima yang baik