Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Di Rsud Makassar: The Relationship Between Nurses' Knowledge and Compliance with Personal Protective Equipment Use at Makassar Regional Hospital Andi Ulfiana Fitri; Mitha Rahmilah; Nur Inayah Ismaniar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11444

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan bagian integral dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan rumah sakit, di mana perawat menghadapi risiko tinggi paparan agen biologis seperti darah, cairan tubuh, dan patogen infeksius (Hepatitis B, HIV, TB). Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat terhadap kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di lingkungan RSUD Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 183 perawat, data dianalisis melalui uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik serta tingkat kepatuhan penggunaan APD yang tinggi. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan kepatuhan penggunaan APD (p-value = 0,000), yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan perawat, maka semakin tinggi pula kepatuhan dalam penggunaan APD. Temuan ini menegaskan bahwa faktor kognitif memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit, meskipun perawat bekerja dalam kondisi dengan risiko infeksi dan kecelakaan kerja yang tinggi. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan program edukasi dan pelatihan K3 secara berkelanjutan, disertai pengawasan dan penyediaan fasilitas APD yang memadai untuk mempertahankan serta meningkatkan kepatuhan perawat. Dengan demikian, diharapkan upaya pencegahan infeksi dan kecelakaan kerja di RSUD Makassar dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Analisis Pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Enrekang dalam Perspektif Model George C. Edward III: Analysis of the Implementation of the Smoke-Free Area Policy in Enrekang Regency from the Perspective of the George C. Edward III Model Puput Putri; Mitha Rahmilah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.9014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Enrekang menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan seperti pejabat Dinas Kesehatan, petugas Satpol PP, pengelola fasilitas publik, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan KTR di Kabupaten Enrekang belum berjalan optimal. Kendala utama terletak pada aspek komunikasi yang belum menyeluruh, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, lemahnya disposisi pelaksana, serta struktur birokrasi yang belum terkoordinasi dengan baik. Diperlukan peningkatan koordinasi lintas sektor, sosialisasi yang berkesinambungan, dan penguatan dukungan sarana prasarana agar kebijakan KTR dapat diterapkan secara efektif di seluruh wilayah Kabupaten Enrekang.