Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DI KOTA PALU Putri, Puput
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 3 (2025): Vol. 7 No. 3 Edisi 3 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i3.3218

Abstract

Tanpa Rokok/KTR) is an effort by the Palu City Government to create a healthy environment and protect the public from exposure to cigarette smoke. This study aims to examine the implementation of the KTR regulation in Palu City and to identify the factors that influence its effectiveness. The research employed a descriptive qualitative approach using data collection techniques such as in-depth interviews, observation, and documentation. Informants included representatives from the Health Office, Civil Service Police Unit (Satpol PP), public facility managers, and members of the community. The findings indicate that the implementation of the KTR regulation in Palu City has not yet been optimal. Based on George C. Edward III's policy implementation model, four key factors were identified: communication was not effective due to limited and uneven socialization efforts; resources were insufficient in terms of personnel, budget, and infrastructure; the disposition of implementers was generally supportive but lacked clear authority and guidance; and the bureaucratic structure was not well-integrated across sectors. Major challenges stemmed from weak inter-agency coordination, lack of supporting facilities, and limited public participation. This study recommends strengthening communication strategies, developing standard operating procedures (SOPs), establishing cross-sectoral implementation teams, increasing budget allocations, and actively involving the community to improve the effectiveness and sustainability of smoke-free area enforcement in Palu City.Keywords: Implementation, Smoke-Free Areas, Regional Regulation, George C. Edward III
Pengaruh Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskemas Kota Palu : The Influence of Patient Satisfaction on the Quality of Healthcare Services at Puskesmas Kota Palu Veby Andriani; Puput Putri; Zulmi Rahmayanti; Nurfianti; Nurhayati Marada
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5607

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan untuk pemeliharaan dan peningkatan status kesehatan. Mutu pelayanan kesehatan adalah kesesuaian antara pelayanan yang diberikan kepada pasien dengan kebutuhan pasien dan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku. Dimensi yang menjadi pengukur kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan adalah tangible, reliability, responsive, assurance, empathy. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional yang dilakuakan pada bulan desember 2023 sampai Januari 2024 di Puskesmas Kota Palu. Populasi penelitian ini adalah seluruh Puskesmas di Kota Palu. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara multistage random sampling. Sehingga didapatkan 4 Puskesmas dengan sampel sebanyak 140 respoden. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sample. Metode penelitian ini menggunakan uji Regresi Linier Ganda. Hasil uji statistik regresi linier ganda pada tangible terhadap mutu pelayanan kesehatan memiliki pengaruh yang siginifikan (? <0,05 = 0,000). Reliability terhadap mutu pelayanan kesehatan memiliki pengaruh signifikan (? <0,05 = 0,000). Responsive tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap mutu pelayanan kesehatan (? >0,05 = 0,237). Assurance dan empathy juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap mutu pelayanan kesehatan dengan nilai assurance ? <0,05 = 0,000 dan empathy ? <0,05 = 0,024. Saran yang dapat diberikan adalah Puskesmas sebaiknya lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan memperhatikan fasilitas fisik yang disediakan oleh Puskesmas agar pasien yang datang berkunjung merasa nyaman dan aman. Dan bagi petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan responsive dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.
Analisis Pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Enrekang dalam Perspektif Model George C. Edward III: Analysis of the Implementation of the Smoke-Free Area Policy in Enrekang Regency from the Perspective of the George C. Edward III Model Puput Putri; Mitha Rahmilah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.9014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Enrekang menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai informan seperti pejabat Dinas Kesehatan, petugas Satpol PP, pengelola fasilitas publik, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan KTR di Kabupaten Enrekang belum berjalan optimal. Kendala utama terletak pada aspek komunikasi yang belum menyeluruh, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, lemahnya disposisi pelaksana, serta struktur birokrasi yang belum terkoordinasi dengan baik. Diperlukan peningkatan koordinasi lintas sektor, sosialisasi yang berkesinambungan, dan penguatan dukungan sarana prasarana agar kebijakan KTR dapat diterapkan secara efektif di seluruh wilayah Kabupaten Enrekang.