Elis Shelvia Cristiani Telaumbanua
Universitas Medika Suherman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK PRATAMA GRAHA BINA HUSADA: STUDI KASUS KUALITATIF Enrike Agnatasya Wulandari; Rifika Dzahran Nurcahwani; Elis Shelvia Cristiani Telaumbanua; Hazisah; Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/bwt2n276

Abstract

Pelayanan kesehatan primer memegang peran penting dalam menjamin akses, mutu, dan keselamatan pasien. Klinik Pratama sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dituntut memiliki sistem manajemen pelayanan yang efektif untuk mendukung mutu layanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Graha Bina Husada meliputi alur pelayanan, tata kelola sumber daya manusia, implementasi mutu pelayanan, serta pengalaman pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada 14–21 Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan tenaga kesehatan dan manajemen, telaah dokumen, serta survei kepuasan terhadap 15 pasien. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan dan standar akreditasi klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pelayanan telah terstruktur sesuai standar operasional prosedur dan didukung oleh sistem informasi klinik. Tata kelola sumber daya manusia secara umum telah sesuai regulasi, namun ditemukan ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan pembagian tugas dan koordinasi antara fungsi manajerial dan profesi medis. Implementasi indikator mutu pelayanan telah berjalan, meskipun masih menghadapi tantangan adaptasi terhadap regulasi BPJS Kesehatan. Pengalaman pasien menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap prosedur, kompetensi petugas, dan fasilitas, meskipun waktu tunggu masih menjadi kendala. Disimpulkan bahwa manajemen pelayanan klinik telah berjalan cukup baik, namun diperlukan penguatan koordinasi interprofesional, kejelasan peran, dan peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung perbaikan mutu berkelanjutan.