Penyakit infeksi akibat bakteri patogen masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang. Escherichia coli merupakan salah satu bakteri Gram-negatif penyebab utama infeksi saluran cerna dan luka, dengan angka kejadian yang tinggi serta diperparah oleh meningkatnya resistensi antibiotik. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif berbasis bahan alam. Daun kakao (Theobroma cacao L.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun kakao terhadap E. coli serta mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak memberikan respons antibakteri yang bervariasi, meskipun perubahannya belum signifikan. Pada konsentrasi 60%, ekstrak mulai menunjukkan aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat, meskipun dengan diameter yang relatif kecil. Konsentrasi lainnya menunjukkan diameter zona hambat yang cenderung serupa dan belum memperlihatkan peningkatan yang berarti. Temuan ini mengindikasikan bahwa rentang konsentrasi yang digunakan belum sepenuhnya menggambarkan perbedaan respons antibakteri yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etil asetat daun kakao memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap E. coli, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi yang lebih luas serta metode pengujian tambahan untuk menentukan konsentrasi optimal dan mekanisme kerjanya.