Ivone Olivia Rondonuwu
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PENERIMAAN PENYIMPANAN DENGAN INDIKATOR PENGELOLAAN OBAT DI APOTEK MIKAYLA GROBOGAN Sri Suwarni; Ivone Olivia Rondonuwu; Maulita Saraswati; Metrikana Novembrina
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/95421s74

Abstract

Pengelolaan obat di apotek merupakan bagian penting dalam menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien. Proses penerimaan dan penyimpanan obat yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan kerusakan sediaan, kesalahan penggunaan, serta kerugian finansial akibat obat kedaluwarsa. Meskipun standar pelayanan kefarmasian telah lama digunakan, implementasi di lapangan masih bervariasi dan belum sepenuhnya mengacu pada regulasi terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan dan penyimpanan obat berdasarkan indikator pengelolaan obat sesuai Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 di Apotek Mikayla Grobogan. Penelitian ini menggunakan desain mix method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh sediaan obat 1300 item dan semua tenaga kefarmasian yakni 6 orang di Apotek Mikayla Grobogan teknik total sampling. Data kuantitatif diperoleh melalui observasi menggunakan instrumen checklist berbasis indikator pengelolaan obat, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara terstruktur untuk mendukung hasil observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan persentase dan dikategorikan dalam tingkat kepatuhan, serta dianalisis secara tematik untuk data kualitatif. Tingkat kesesuaian penerimaan dan penyimpanan obat mencapai 94,98% dengan kategori sangat baik. Aspek penerimaan obat telah memenuhi standar, terutama pada kesesuaian dokumen, pemeriksaan kondisi fisik, serta keterlibatan tenaga kefarmasian yang berwenang. Pada aspek penyimpanan, sistem pengelompokan, penerapan FIFO dan FEFO, serta sarana prasarana telah berjalan dengan baik. Namun, masih ditemukan kelemahan pada monitoring suhu (84,62%) dan pencatatan kartu stok yang belum konsisten. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pada aspek pengawasan dan kedisiplinan pencatatan guna menjaga mutu obat secara optimal serta mencegah risiko kerusakan dan kedaluwarsa sediaan farmasi di apotek.