This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi
Putri Bunga Dahlianty
Institut Bisnis Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Framing Makna Cerdas Di Era AI dalam Program Kick Andy Metro TV Episode "Prof Stella: Otak Vs AI" Putri Bunga Dahlianty; Wahyu Wary Pintoko
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 5 No.1 (2026)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v5i1.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji framing makna kecerdasan dalam program Kick Andy episode “Prof. Stella: Otak vs AI” yang ditayangkan oleh Metro TV. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis framing Robert N. Entman, penelitian ini menganalisis bagaimana media mengonstruksi narasi kecerdasan manusia dalam relasinya dengan Artificial Intelligence (AI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut membingkai kecerdasan tidak semata sebagai kemampuan pengolahan data atau komputasi, melainkan sebagai integrasi antara berpikir kritis, empati, serta tanggung jawab moral. Ketiga aspek tersebut diposisikan sebagai kualitas intrinsik manusia yang tidak sepenuhnya dapat direplikasi oleh AI. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya peran pendidikan dan sistem pendukung sosial dalam mengembangkan kapasitas kecerdasan manusia di era disrupsi teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi dan media dengan menunjukkan bagaimana program televisi berperan dalam memediasi dan membentuk wacana publik terkait redefinisi kecerdasan di era Artificial Intelligence. This study aims to examine the framing of the meaning of intelligence in the Kick Andy program episode “Prof. Stella: Brain vs AI,” broadcast by Metro TV. Using a qualitative approach and the framing analysis of Robert N. Entman, this research analyzes how the media constructs the narrative of human intelligence in relation to Artificial Intelligence (AI). The findings indicate that the program frames intelligence not merely as the ability to process data or perform computations, but as an integration of critical thinking, empathy, and moral responsibility. These three aspects are positioned as intrinsic human qualities that cannot be fully replicated by AI. Furthermore, the program emphasizes the importance of education and social support systems in developing human intellectual capacity in an era of technological disruption. This study contributes to communication and media studies by demonstrating how television programs play a role in mediating and shaping public discourse regarding the redefinition of intelligence in the era of Artificial Intelligence.