Afifa Mawardya Putri
Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA Afifa Mawardya Putri; Sekani Niriyah; Eka Wisanti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.1.2026.46-61

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri. Konsep diri yang negatif dapat meningkatkan risiko terjadinya kecemasan sosial pada remaja, yang berdampak pada kemampuan berinteraksi dan penyesuaian diri di lingkungan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan sosial pada remaja di SMPN 13 Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPN 13 Pekanbaru. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling yang berjumlah 196 siswa/i. Instrumen penelitian berupa kuesioner konsep diri dan kuesioner kecemasan sosial yang telah diuji validitas dengan nilai 0,387 dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpa 0,775 dan kecemasan sosial 0,730. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai  p-value sebesar 0,095 > 0.05 yang menandakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan sosial pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di ambil bahwa konsep diri tidak memberikan hubungan yang signifikan terhadap kecemasan sosial. Kesimpulan: Konsep diri memiliki peran penting terhadap tingkat kecemasan sosial pada remaja. Pembentukan konsep diri yang positif perlu mendapat perhatian dari sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk mencegah dan menurunkan kecemasan sosial pada remaja.