Fani Alifya Putri
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Kewarganegaraan serta Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia: Penelitian Silviana Medhia Sari; Fani Alifya Putri; Amalia Ramadani; Zaenul Slam
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.382

Abstract

Kewarganegaraan adalah identitas hukum yang mengaitkan seseorang dengan negara, sekaligus menjadi landasan bagi pelaksanaan hak dan tanggung jawab tiap warga. Dalam era globalisasi yang semakin rumit, muncul berbagai tantangan seperti menurunnya kesadaran hukum, meningkatnya sifat individualistis, dan berkurangnya semangat kebangsaan yang mendesak perlunya penguatan pemahaman kewarganegaraan dalam interaksi sosial, kebangsaan, dan kenegaraan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep serta status kewarganegaraan di Indonesia, pelaksanaan hak dan kewajiban warga, serta kontribusi Pendidikan Kewarganegaraan dalam meningkatkan kesadaran akan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi perpustakaan melalui pengkajian berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademis yang sesuai. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kewarganegaraan lebih dari sekadar status hukum; hal ini mencerminkan tanggung jawab sosial dan politik setiap warga. Selain itu, keseimbangan antara hak dan kewajiban menjadi aspek penting dalam menciptakan kehidupan yang demokratis serta harmonis. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kesadaran hukum, toleransi, dan tanggung jawab sosial untuk membentuk warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Pancasila: Landasan Nilai untuk Kemajuan Ilmu dan Teknologi Fani Alifya Putri; Muhammad Alif Putra Ahtar; Atikah Aini; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14391

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam era globalisasi membawa pengaruh besar terhadap perubahan pola hidup, cara berinteraksi, serta perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi memang menawarkan berbagai kemudahan dan peluang baru, namun di balik itu muncul pula tantangan serius terkait etika, moralitas, dan kemampuan bangsa dalam menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak tergeser oleh arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila sebagai dasar moral dan filosofis dalam mengarahkan pemanfaatan IPTEK sehingga tetap berada dalam koridor nilai kebangsaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, memanfaatkan sumber ilmiah terbitan 2015–2025, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat keterkaitan antara nilai Pancasila dan praktik penggunaan teknologi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi perkembangan IPTEK masa kini. Sila pertama menegaskan perlunya tanggung jawab etis dalam penggunaan teknologi. Sila kedua mendorong perlindungan martabat manusia di tengah pesatnya inovasi digital. Sila ketiga menjaga harmoni dan persatuan di era keterhubungan global. Sila keempat memperkuat prinsip musyawarah dalam perumusan kebijakan IPTEK. Sila kelima memastikan keadilan dalam akses, distribusi, dan pemanfaatan teknologi agar tidak memperlebar kesenjangan sosial. Integrasi nilai Pancasila melalui pendidikan, literasi digital, dan regulasi teknologi menjadi kunci untuk membangun ekosistem IPTEK yang inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila mampu menjadi fondasi moral yang memandu arah pembangunan IPTEK tanpa menghilangkan identitas nasional.