Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Education Nonviolence Through Child Friendly School Zaenul Slam
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v3i2.4983

Abstract

Abstract This research described the education nonviolence through implementation of child friendly school in Junior High School 3 Majalengka, West Java Province. The research was qualitative. The data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects of the research were the principal, teachers, and students. Analysis of the data were through the three stages: data reduction, data presentation, and conclusion. Validity test of  the data used triangulation sources. The results show that education nonviolence had established the education to a peace culture, to create and encourage the peace in the minds of the students based on the  universal values of respect for life, liberty, justice, solidarity, tolerance, human rights and equality between them. Education  nonviolence  through  implementation of child friendly school in Junior High School 3 Majalengka was seen from the success of school management. Abstrak Penelitian ini memeberikan gambaran tentang pendidikan tanpa kekerasan melalui penerapan sekolah ramah anak di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan sumber triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan tanpa kekerasan telah membentuk pendidikan ke budaya perdamaian, untuk menciptakan dan mendorong kedamaian di dalam pikiran siswa berdasarkan nilai-nilai universal penghormatan terhadap kehidupan, kemerdekaan, keadilan, keakraban, toleransi, hak asasi manusia dan kesetaraan di antara mereka. Pendidikan tanpa kekerasan  melalui penerapan sekolah ramah anak di SMP 3 Majalengka dilihat dari kesuksesan manajemen sekolah. How to Cite : Slam, Z. (2016).  Education  Nonviolence Through   Child Friendly School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 3(2), 186-204. doi:10.15408/tjems.v3i2.4983. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v3i2.4983
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Zaenul Slam
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.776 KB) | DOI: 10.15408/sd.v6i2.14412

Abstract

ABSTRACTNowadays, education is required to grow in accordance with the increasingly sophisticated era. Changes in the composition of high-level thinking skills in 21st Century skills as a consequence of changing demands for educational standards that require graduates who are critical, creative, communicative, and collaborative. The learning process that occurs in schools at the moment emphasizes more on Hard Skills and less emphasis on Soft Skills. This is due to the fact that in practice learning done in schools there are still many that run as is where the learning is still transferring knowledge from teachers to students, so to overcome these problems the Models of  Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Division (STAD) is applied in the learning process carried out by the teacher with the aim of developing aspects of Soft Skills especially in the communication skills of students. This study uses qualitative and quantitative approaches with classroom action research methods. The purpose of using classroom action research methods is to improve and improve the quality of the process and learning outcomes (students' communication skills). The stages in this study include the stages of planning, implementing actions, observations, and reflections. Data obtained in this study includes activity observation sheets the teacher, and the observation sheet of students 'activities.The results of observations of students' communication abilities in the first cycle of actions obtained enough categories (65.72%) and in the second cycle of actions experienced an increase that is obtained a good category (81.71%). It was concluded that by applying the models of  Cooperative Learning Type STAD in Social Sciences learning can improve students' communication skills.Keywords: Cooperative Learning Type STAD, Soft Skills, Communication ABSTRAKDewasa ini pendidikan dituntut  untuk terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin canggih. Perubahan komposisi kemampuan berpikir tingkat tinggi pada keterampilan Abad 21 sebagai konsekuensi perubahan tuntutan-tuntutan standar-standar pendidikan yang menghendaki lulusan yang kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.  Proses pembelajaran yang terjadi di sekolah saat ini lebih menekankan kepada Hard Skills dan kurang menekankan kepada Soft Skills. Hal ini disebabkan karena dalam praktiknya pembelajaran yang dilakukan di sekolah masih banyak yang berjalan apa adanya yang mana pembelajarannya masih transfer  pengetahuan dari guru kepada siswa, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan model Cooperative Learning Tipe  Student Teams Achievement Division (STAD) dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengembangkan aspek Soft Skills  khususnya dalam kemampuan komunikasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penggunaan metode penelitian tindakan kelas yaitu untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran (kemampuan komunikasi peserta didik). Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas peserta didik. Hasil observasi kemampuan komunikasi peserta didik  pada tindakan siklus I diperoleh katagori cukup (65,72%) dan  pada tindakan siklus II mengalami peningkatan yaitu diperoleh katagori baik (81,71%). Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model Cooperative Learning Tipe STAD pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial   dapat meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik.Kata Kunci:  Cooperative Learning Tipe STAD, Soft Skills, Komunikasi 
Pembelajaran Make A Macth Online untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Mahasiswa dalam Pendidikan Pancasila Zaenul Slam
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2021): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.916 KB) | DOI: 10.15408/elementar.v1i1.20891

Abstract

Rendahnya kemampuan bernalar kritis mahasiswa  karena  pada masa pandemi Covid 19 ini dosen kebanyakan melaksanakan  pembelajaran online media google meet dengan metode ceramah, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan pembelajaran make a mact online    untuk meningkatkan kemampuan  bernalar kritis mahasiswa dalam Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tahapan dalam penelitian ini, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen monitoring kegiatan dosen dan instrumen kegiatan mahasiswa Penelitian ini dilakukan  dua siklus.  Hasil penelitian penerapan pembelajaran  make match online dapat meningkatkan kemampuan  bernalar kritis  mahasiswa   yang diperoleh dari setiap siklus adalah siklus pertama mahasiswa  yang tuntas  50%  dan pada siklus kedua  meningkat menjadi 86%. Target yang ingin dicapai adalah 85%. Penerapan model ini juga mampu mengembankan pembelajaran yang menyenangkan.
Implementasi Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Kolaborasi Peserta Didik Melalui Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Zaenul Slam
Jurnal Civic Hukum Vol. 5 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v5i2.11117

Abstract

Dalam praktik pembelajaran di kelas, banyak guru  menggunakan  metode dan suasana pembelajaran yang   dianalogikan dengan kegiatan menabung dan  sistem kompetisi, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan  pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan keterampilan  kolaborasi peserta didik  dalam  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas   dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.  Tahapan dalam penelitian ini, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.  Data  penelitian diperoleh  menggunakan instrumen monitoring   kegiatan guru dan instrumen  monitoring  kegiatan peserta didik.  Hasil penelitian penerapan pembelajaran jigsaw dalam PPKn  mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik, yaitu:  pada siklus I diperoleh katagori cukup(58%) dan siklus II  diperoleh katagori baik(78%).   Penerapan model  ini juga  mampu  mengembangkan  suasana pembelajaran  yang kolaboratif
Pembelajaran Make A Macth Online untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Mahasiswa dalam Pendidikan Pancasila Zaenul Slam
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2021): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.916 KB) | DOI: 10.15408/elementar.v1i1.20891

Abstract

Rendahnya kemampuan bernalar kritis mahasiswa  karena  pada masa pandemi Covid 19 ini dosen kebanyakan melaksanakan  pembelajaran online media google meet dengan metode ceramah, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan pembelajaran make a mact online    untuk meningkatkan kemampuan  bernalar kritis mahasiswa dalam Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tahapan dalam penelitian ini, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen monitoring kegiatan dosen dan instrumen kegiatan mahasiswa Penelitian ini dilakukan  dua siklus.  Hasil penelitian penerapan pembelajaran  make match online dapat meningkatkan kemampuan  bernalar kritis  mahasiswa   yang diperoleh dari setiap siklus adalah siklus pertama mahasiswa  yang tuntas  50%  dan pada siklus kedua  meningkat menjadi 86%. Target yang ingin dicapai adalah 85%. Penerapan model ini juga mampu mengembankan pembelajaran yang menyenangkan.
Strategi Merdeka Belajar Menulis Cerita Pendek Karakter Bangsa Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Zaenul Slam
Allimna: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 2 No. 01 (2023): Allimna Vol. 02 No. 01
Publisher : LPTK IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/allimna.v2i01.964

Abstract

This study aims to describe how to improve students' creative thinking skills in Civic Education  (CE) through the Freedom to Learn  strategy  to write National Character Short Stories (NCSS). This research is a Research and Development (R&D) development study using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The results showed that NCSS had been developed using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The results showed that the quality of NCSS was: (a) the completeness of the formal aspect averaged 87.59 (Very Good); completeness of intrinsic elements average acquisition of 87.59 (Very Good); (c) integration of structural elements with an average score of 81.10 (Good), and (d) language suitability with an average score of 83.53 (Good). The overall gain is an average of 84.95 (Good). In conclusion, the Freedom to Learn to write NCSS strategy in Civic Education has a direct impact (instructional effect) on improving students' creative thinking skills. NCSS products developed using the ADDIE model are suitable for use as a reading supplement for the Strengthening Character Education Movement for students and the community.