Mutia Fatmawati
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Metode Penyampaian Materi Keliling Bangun Datar Berdasarkan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VSD Muhammadiyah Bodon Mutia Fatmawati; Rina Dyah Rahmawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode sinkronisasi materi keliling bangun data yang digunakan guru kelas V SD Muhammadiyah Bodon dan menganalisis keterkaitannya dengan kemampuan numerasi siswa berdasarkan kemampuan numerasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sembilan siswa yang dipilih secara purposive sampling dari tiga kelas (VA, VB, dan VC) yang mewakili kemampuan numerasi tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes kemampuan numerasi berupa tiga soal deskripsi, dan wawancara kepada kepala sekolah, guru, dan siswa berdasarkan tingkat kemampuan numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan kombinasi tiga metode pembelajaran, yaitu ceramah berbantuan teknologi proyektor dengan powerpoint, memberlakukan kebijakan keliling, menggunakan media beton, dan praktik langsung, yang disesuaikan dengan karakteristik kemampuan masing-masing kelas. Siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi indikator numerasi ketiga secara konsisten, siswa berkemampuan sedang memenuhi sebagian besar indikator dengan hambatan pada penalaran dan pemilihan strategi, sedangkan siswa berkemampuan rendah terkendala pada komunikasi matematis dan penalaran konteks. Terdapat keterkaitan yang nyata antara setiap komponen metode representasi dengan masing-masing indikator kemampuan numerasi, meskipun metode yang ada belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan siswa berkemampuan rendah sehingga diperlukan pendekatan yang lebih terdiferensiasi.