Bajra Maya Yusriah
Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Buku Berjenjang Berbasis Etnoliterasi pada Siswa Kelas Rendah Kategori Intervensi Khusus Bajra Maya Yusriah; Baiq Desi Milandari; Baiq Olivia Dwita Elvira; Syukri Sani
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Buku Berjenjang Berbasis Etnoliterasi sebagai media literasi awal bagi siswa kelas rendah kategori Intervensi Khusus di SDN 1 Banyumulek. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 13 siswa kelas rendah kategori Intervensi Khusus. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, angket respons guru, dan angket respons siswa. Hasil validasi ahli materi dan ahli media masing-masing memperoleh persentase kelayakan sebesar 86% dengan kategori Sangat Layak. Hasil respon guru memperoleh persentase 75% dengan kategori Baik, sedangkan respon siswa memperoleh persentase 88% dengan kategori Sangat Baik. Dengan demikian, Buku Berjenjang Berbasis Etnoliterasi Gerabah Nusantara dinyatakan valid dan praktis sebagai media literasi awal bagi siswa kelas rendah kategori Intervensi Khusus. Penelitian ini berimplikasi secara teoretis dengan memperkuat konsep integrasi etnoliterasi dan buku berjenjang sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran literasi awal. Secara praktis, temuan ini memberikan alternatif media pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal yang dapat membantu guru mendampingi siswa kategori Intervensi Khusus secara lebih terstruktur, bermakna, dan menyenangkan, sekaligus menjadi rujukan bagi pengembangan media literasi serupa di daerah lain yang memiliki kekayaan budaya lokal.