Komang Trisna Mahartini
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Wordwall Mata Pelajaran IPAS SD I Putu Jerry Himawan Negara; Komang Trisna Mahartini; Putu Yulia Angga Dewi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.731

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar menuntut siswa memahami berbagai konsep serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang memanfaatkan media interaktif menyebabkan keterlibatan siswa rendah sehingga hasil belajar belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif Wordwall dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengkaji sepuluh artikel ilmiah nasional terbitan lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model PBL yang didukung Wordwall berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar, pemahaman konsep, minat dan motivasi belajar, serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Selain itu, penggunaan Wordwall mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, model PBL berbantuan Wordwall dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Tri Kaya Parisudha Materi Norma Dalam Kehidupanku Kelas V Sekolah Dasar Nyoman Tri Yastiti; Komang Trisna Mahartini; I Ketut Ngurah Ardiawan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal Tri Kaya Parisudha pada materi "Norma Dalam Kehidupanku" untuk peserta didik kelas V Sekolah Dasar, sekaligus menguji tingkat validitas dan kepraktisannya sebagai upaya nyata dalam mengatasi pembelajaran yang monoton dan abstrak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi lima tahapan sistematis: analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket, dengan melibatkan subjek uji validitas yang terdiri dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, serta subjek uji kepraktisan yang melibatkan guru dan 19 peserta didik kelas V di SD Negeri 1 Les dan SD Negeri 3 Les. Pengembangan produk melalui aplikasi Canva yang diintegrasikan dengan platform Heyzine dan Educaplay ini menghasilkan media pembelajaran digital yang sangat layak. Hasil analisis kuantitatif menggunakan rumus Aiken V menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 0,92 (sangat tinggi), validitas media sebesar 0,96 (sangat tinggi), dan validitas bahasa sebesar 0,70 (tinggi). Sementara itu, uji coba lapangan menunjukkan tingkat kepraktisan yang sangat luar biasa dengan perolehan skor sebesar 96% dari guru dan 98% dari peserta didik. Implikasi dari penelitian ini adalah tersedianya media alternatif bagi guru untuk menyampaikan materi PPKn secara kontekstual, membantu siswa memahami penerapan norma dalam kehidupan sehari-hari melalui nilai karakter Tri Kaya Parisudha, serta mendukung sekolah dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran digital.