Tujuan utama tujuan utama kajian ini ialah mengembangkan media belajar berbentuk animasi audiovisual berbantuan bahasa isyarat pada mata pelajaran IPAS untuk siswa kelas V sekolah dasar yang layak dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research & Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). partisipan dalam penelitian terdiri atas tiga validator ahli (media, bahasa, dan materi/isi), dua guru, serta enam siswa kelas V di SD Negeri 1 Bengkala. Hasil temuan menunjukkan bahwa: (1) Produk video animasi berbantuan bahasa isyarat bermuatan materi rantai makanan yang dikembangkan menggunakan aplikasi Canva dan CapCut. Media ini terdiri atas beberapa segmen utama meliputi Opening, capaian dan tujuan pembelajaran, penyajian materi, serta kuis interaktif di akhir tayangan. Video dilengkapi animasi visual, teks, narasi suara, musik pendukung, serta bahasa isyarat sehingga memberikan proses pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif, menjangkau semua peserta, serta lebih sederhana untuk dipahami. (2) hasil validasi menunjukkan bahwa media ini memiliki kategori sangat valid, dengan skor validitas media sebesar 0,93, validitas bahasa 0,86, dan validitas materi/isi 0,85. (3) hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa media ini sangat praktis untuk digunakan, dengan tingkat kepraktisan oleh guru sebesar 97% dan oleh siswa sebesar 98%. Berdasarkan hasil temuan, menghasilkan media pembelajaran video animasi berbantuan bahasa isyarat yang dikembangkan dinyatakan layak dan sangat praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran yang mendukung siswa regular dan berkebutuhan kusus pada mata pelajaran IPAS untuk siswa kelas V sekolah dasar. Penggunaan media video animasi berbantuan bahasa isyarat ini dapat berkontribusi secara positif dalam meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran IPAS serta menumbuhkan motivasi dan keaktifan belajar peserta didik. pendidik dapat menggunakan produk ini sebagai alat bantu belajar yang efektif dan sesuai kebutuhan praktis untuk membantu peserta didik kelas V, termasuk peserta didik tunarungu, memahami materi rantai makanan secara lebih jelas, menarik, dan inklusif dalam kegiatan pembelajaran. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media video animasi berbantuan bahasa isyarat dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah dan menarik. Media ini juga dapat membantu guru melaksanakan pembelajaran yang lebih inklusif bagi siswa reguler maupun siswa tunarungu