This Author published in this journals
All Journal Jurnal Genta
widodo, priyanto
GENTA

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perkembangan Yayasan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Di Kawasan Semburan Lumpur Lapindo Sidoarjo Pada Tahun 2008 – 2013 widodo, priyanto
GENTA Vol 6, No 1 (2018): Genta Vol. 6 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia diawali dari perjuangan yang sangat panjang, tanpa dipengaruhi oleh berbagai aspek baik itu agama maupun aspek budaya. Lingkungan yang baik juga dapat mendukung Proses pembelajaran yang baik pula. Lokasi yang startegis juga dapat membuat Lembaga Pendidikan menjadi Maju serta didampingi dengan kwalitas dan fasilitas yang baik. Pendidikan dan dampak dari bencana membuat penurunan peminatan karena lokasi yang sudah jauh dari strategis. Maka dengan ini penulis membuat 2 rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimana dampak serta kerugian dari Semburan lumpur Lapindo yang terjadi di Yayasan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah?. 2. Bagaimana solusi yang diberikan Oleh Pemerintah untuk Yayasan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah yang terdampak oleh Semburan Lumpur Lapindo Sidoarjo?. Metode penelitian ini Melalui hasil wawancara dan observasidi  Lembaga Pendidikan Muhammadiyah didapatkan Penurun jumlah siswa yang yang sangat tidak baik karena dampak dari semburan lumpur lapindo. Peran Pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi dari dampak yang terjadi. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiantahap Heuristik,Verifiasi, Interpretasi dan Historiografi. Yang dilakukan untuk mengetahui dampak dan kerugian akibat semburan lumpur lapindo terhadap Lembaga Pendidikan Muhammadiyah. Hasilpenelitian ini menyimpulkanbahwadampak yang diakibatkan Semburan Lumpur Lapindo ini sangat buruk bagi lingkungan Pendidikan yang ada disekitarnya dan tidak bisa bertahan lagi.  Peran Pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk Relokasi Gedung baru yang strategis agar  bisa kembali stabil perkembangannya.Proses pembangunannya sudah berjalan 43% dari Target pembangunan. Dana yang diberikan Oleh Pemerintah serta BPLS sebesar Rp. 5.500.000.000.000,-(Lima Miliar Lima Ratus Rupiah)yang diperuntukan untuk pembangunan tiga Lembaga Pendidikan yaitu : SD Muhammadiyah 5 Porong, SMP Muhammadiyah 4 Porong, dan SMA Muhammadiyah 4 Porong. Pendidikan menjadi tiang utama dalam hidup karena jika pendidikan tidak diperhatikan maka akan terjadi pembodohan dan jiwa yang mati.Kata Kunci :Perkembangan, dampak Semburan Lumpur Lapindo Sidoarjo.
Pengaruh Kehidupan Masyarakat Pesisir Terhadap Perkembangan Batik Sidoarjo (1970-1990) widodo, priyanto
GENTA Vol 3, No 1 (2015): Genta Vol. 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan salah satu bentuk senirupa yang mempunyai latar belakang dan unsure kebudayaan asli Indonesia.Kesenian batik telah dikenal bangsa Indonesia sejakdulu, batik merupakan budaya asli Indonesia, kini eksistensinya telah diakui oleh masyarakat Internasional. Batik Sidoarjo adalah perpaduan antara batik Sidoarjo asli dengan batik pesisir, yang mempunyai motif khas, yang tidak terdapat di daerah-daerah produksi batik lainnya. Penelitian ini membahas tentang ciri motif batik Sidoarjo, pengaruh perkembangan batik pesisirter hadap perkembangan motif batik Sidoarjo. Penelitian batik Sidoarjo menggunakan metode analisis deskriptif. Batik merupakan bentuk budaya rupa bendawi (material), dengan metode ini peneliti mencari bentuk-bentuk kebudayan dengan heoristik, kritik dan klasifikasi, interpretasi, dan historiografi.Pengaruh batik pesisir terhadap perkembangan batik Sidoarjo tidak begitu dominan, hal ini dapat dilihat dari motif batik Sidoarjo tidak terdapat pada batik pesisir lain, pengaruh tersebut dapat dilihat dari warna dasar batik. Adapun temuan baru batik Sidoarjo pada periode 1990, yaitu: motif cipret, motif merak, motif mahkota, motih sekarjagat, motif nuri, motihrawan, motif kerubutan, motif gadag, motif gombyok, motif sandang pangan, motif kangkung, motif tumpal, motif belaketupat, motif kawung beton, motif kembang pring, motif belingpecah, motif, kupu-kupu, motif sunduk sate, motif rawang engkok, motif kelengan, motif cucuk gunung, motif kembang mawar, motif gajah mada, motif kembang katu, motif kembang anggur.Kata kunci: Pengaruh masyarakat Pesisir, Perkembangan Batik Sidoarjo
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE SNOWBALL THROWING TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SEJARAH DI SMA SENOPATI SEDATI SIDOARJO TAHUN AJARAN 2016-2017 widodo, priyanto
GENTA Vol 4, No 2 (2017): Genta Vol. 4 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah yang telah berlangsung selama ini masih banyak mengalami kekurangan. Salah satu kekurangan dalam pembelajaran sejarah adalah tidak adanya keaktifan yang terjadi pada peserta didik saat pembelajaran berlangsung sehingga pembelajaran masih terkesan monoton dan membosankan. Keaktifan diperlukan bagi peserta didik agar dapat memperoleh ilmu dengan cara mereka sendiri sehingga ilmu yang diperoleh akan lebih mendalam pada masing-masing peserta didik. Metode pembelajaran tipe snowball throwing memberikan pandangan yang berbeda terhadap metode pembelajaran sejarah yang selama ini hanya berpaku pada metode ceramah. Melalui metode pembelajaran tipe snowball throwing peserta didik diupayakan untuk menyampaikan pendapat sendiri tentang materi yang diberikan. Sehingga peserta didik lebih percaya diri terhadap kemampuannya sendiri. Penelitian ini mengambil data dari pretest dan posttest yang telah dilakukan untuk dijadikan tolak ukur mengenai hipotesis penelitian. Pretest dan postest dilaksanakan pada kelas control dan juga kelas eksperimen. Hasil penelitian yang telah dilakukan melalui data pretest dan postest adalah lebih besar daripada yaitu =14,17 dan 2,048. Sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh metode Snowball Throwing pada pembelajaran sejarah berpengaruh positif dengan adanya hasil belajar peserta didik kelas yang meningkat dan mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).Kata Kunci: Keaktifan, Snowball Throwing.
Peranan Museum Mpu Tantular Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas X Perbankan SMK PGRI 3 Sidoarjo Tahun Ajaran 2016/2017 widodo, priyanto
GENTA Vol 5, No 1 (2017): Genta Vol. 5 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, melalui pendidikan kita dapat mencapai sesuatu dengan baik, dan dengan pendidikan pula arah kemajuan suatu bangsa dapat diprediksi. Proses pendidikan tidak hanya dapat dilakukan di ruangan kelas saja, akan tetapi juga dapat dilakukan di luar ruangan. Pelajaran sejarah yang membosankan dapat dikurangi dengan cara mengajak siswa observasi, salah-satunya ke museum Mpu Tantular yang memiliki benda-benda koleksi yang sesuai dengan materi pelajaran sejarah. Melalui pembelajaran di luar kelas guru mengajarkan bahwa sumber belajar tidak berkutat di dalam kelas saja, akan tetapi dapat dimaksimalkan melalui belajar dari lingkungan sekitar. Museum Mpu Tantular dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah karena relevansi koleksi yang dimiliki. Koleksinya mulai dari jaman prasejarah, Hindu-Buddha, masuknya Islam, kolonial dan kemerdekaan, koleksi tersebut dapat dijadikan sumber belajar siswa kelas X SMK karena materi pada bab I berisikan peradaban awal di kepulauan Indonesia. Jadi, siswa dapat diajak observasi ke zona prasejarah yang ada di museum dengan beragam koleksi mulai dari batuan tua, fosil manusia prasejarah, fosil hewan purba, fosil tanaman purba, perhiasan dan manik-manik, peralatan berburu hingga peralatan untuk upacara. Melalui kegiatan observasi ini siswa dapat meyerap ilmu dan pengetahuan yang ada pada museum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan gambaran mengenai keadaan siswa selama proses kegiatan observasi ke museum Mpu Tantular. Selama kegiatan observasi siswa sangat menikmati dan kagum dengan koleksi museum terlebih pada koleksi masterpiece. Selama ini mereka mengenal museum hanya sebatas tempat penyimpanan benda antik yang tidak berkaitan dengan pelajaran.  Berdasarkan dari hasil temuan dalam penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa benda-benda koleksi museum Mpu Tantular memiliki relevansi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah pada siswa kelas X SMK semester 1, serta museum juga dapat dijadikan sebagai sarana wisata edukasi dalam meningkatan ilmu dan pengetahuan para siswa melalui kegiatan observasi atau widya wisata.Kata Kunci : museum, sumber pembelajaran sejarah, dan keaktifan belajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Terhadap Hasil Belajar IPS MA Al-Mu’awanah widodo, priyanto
GENTA Vol 5, No 2 (2018): Genta Vol. 5 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : GENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Time Token terhadap hasil belajar sejarah kelas XI IPS MA AL- Mu’awanah tahun ajaran 2017/2018. Jenis dari penelitian ini adalah kuntitatif. Dengan menggunakan metode Kuasi eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah 38 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan tes. Analisis data menggunakan t- test dengan bantuan Program SPSS 22. Dari analisis data diperoleh t hitung>ttabel (10.688 > 1.686) Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar sejarah pada kelas XI IPS MA Al- Mu’awanah.Kata Kunci: Model pembelajran Kooperatif, time token, Hasil belajar.