This Author published in this journals
All Journal Privat Law
Rofita, Nabila Alto
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN PRINSIP REBUS SIC STANTIBUS PADA PERMASALAHAN WANPRESTASI PERJANJIAN KREDIT DI MASA PANDEMI COVID-19 (Studi di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jakarta) Rofita, Nabila Alto; Imanullah, Moch Najib
Jurnal Privat Law Vol 13, No 1 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/privat.v13i1.55263

Abstract

AbstractThis  writing  describes and  examines  the  existence   of the  Rebus  Sic  Stantibus principle in  resolving defaults on  credit agreements at Bank  BNI  Jakarta.  This writing is a prescriptive normative legal  research.  The  types  of secondary data include primary legal  materials,  namely  Laws  and Civil  Codes,  then  secondary legal  materials  in  the form of scientific works,  legal journals  and  literature in accordance with research.  The technique of collecting legal materials used is by browsing,   searching,   and   downloading,  as  well  as  copying,   and  conducting interviews to deepen  the analysis. Technical analysis used is descriptive qualitative method.  The results of the writing show that the arrangements set by Bank Negara Indonesia in Credit Restructuring are in accordance with the regulations issued by the OJK to overcome credit problems during the Covid-19 Pandemic. Credit restructuring carried out by Bank Negara Indonesia is still using the Force Majuere Principle but has not used the Rebus  Sic Stantibus Principle.Keywords:  Covid-19 Pandemic; Rebus  Sic Stantibus;  Credit Restructuring AbstrakPenulisan ini mendeskripsikan dan mengkaji eksistensi prinsip Rebus  Sic Stantibus dalam  menyelesaikan  wanprestasi  pada  perjanjian kredit  di Bank  BNI  Jakarta. Penulisan  ini  adalah  penelitian  hukum  nonnatif bersifat preskriptif.  Jenis  data sekunder meliputi bahan hukum primer adalah Undang-Undang dan Kitab Undang• Undang Hukum  Perdata, kemudian bahan hukum  sekunder berupa karya  ilmiah, jurnal hukum  dan  literatur  yang sesuai dengan  penelitian.  Teknik  pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah dengan browsing, searching, dan download, serta mengcopy, dan melakukan wawancara  untuk mernperdalam analisis. Teknis analisis yang digunakan  adalah  metode deskriptif kualitatif. Hasil penulisan menunjukkan  bahwa  pengaturan  yang  ditetapkan  oleh  Bank  Negara  Indonesia dalam Restrukturisasi Kredit yang telah sesuai dengan peraturan  yang dikeluarkan oleh OJK untuk mengatasi permasalahan  kredit di masa Pandemi Covid-19. Restrnkturisasi Kredit yang dilakukan Bank Negara Indonesia masih menggunakan Prinsip Force Majuere belum menggunakan Prinsip Rebus  Sic Stantibus.Kata Kunci  : Pandemi Covid-19; Rebus Sic Stantibus; Restrukturisasi Kredit