Yayanasri, Yayanasri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efektivitas Biaya Terapi Tiotropium Bromide Dibandingkan dengan Salmeterol/Fluticasone Propionate pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Tabanan Yowani, Sagung Chandra; Yayanasri, Yayanasri; Niruri, Rasmaya; Noviyani, Rini
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.94437

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi jangka panjang dengan bronkodilator. Dua terapi yang banyak digunakan adalah golongan long-acting muscarinic antagonists (LAMA) yaitu Tiotropium Bromide (Spiriva®) dan kombinasi long-acting β2 agonist (LABA) dengan inhaled corticosteroids (ICS) yaitu Salmeterol/Fluticasone Propionate (Seretide®). Studi untuk menganalisis perbedaan efektivitas dan biaya antara kedua terapi tersebut perlu dilakukan. Tujuan dari studi ini adalah membandingkan nilai ICER Tiotropium Bromide dengan Salmeterol/Fluticasone Propionate. Penelitian cross-sectional dengan teknik purposive sampling diterapkan dalam penelitian ini, dimana data kejadian rawat inap, peresepan salbutamol, dan biaya medis yang diperoleh dari catatan rekam medis pasien PPOK rawat jalan pada Januari 2022 – Desember 2023 di RSUD Tabanan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis efektivitas biaya untuk mendapatkan nilai ICER. Diperoleh 77 sampel yang mendapatkan terapi Tiotropium Bromide dan 107 sampel dengan terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate. Total biaya medis pada kelompok terapi Tiotropium Bromide adalah Rp919.925.338,00 dan pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate adalah Rp372.639.863,00. Sementara itu, 8 dari 77 sampel pada kelompok terapi Tiotropium Bromide dan 4 dari 107 sampel pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate mengalami rawat inap, sedangkan 5 dari 77 sampel pada kelompok terapi Tiotropium Bromide dan 6 dari 107 sampel pada kelompok terapi Salmeterol/Fluticasone Propionate diresepkan Salbutamol saat kunjungan rutin ke dokter. Berdasarkan data tersebut, diperoleh nilai ICER sebesar (-Rp16.096.631,6) untuk parameter kejadian rawat inap dan (-Rp18.871.912,9) untuk parameter peresepan Salbutamol. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa Salmeterol/Fluticasone Propionate adalah cost-effective dibandingkan dengan Tiotropium Bromide.