Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menanamkan Karakter Gemar Membaca Melalui Program Gerakan Literasi di Sekolah Dasar Negeri 1 Purbalingga Kidul Almadewi, Wianda; Wakhudin, Wakhudin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107483

Abstract

This study aims to describe how the character education of a love of reading is instilled through the School Literacy Movement at SD Negeri 1 Purbalingga Kidul. Although the results of the Computer-Based National Assessment (ANBK) show that SD Negeri 1 Purbalingga Kidul has a fairly good literacy level, in reality the implementation of the School Literacy Movement (GLS) at this school is still not optimal. This is an interesting reason for researchers because there is a mismatch between potential and actual implementation. Daily literacy activities have not been implemented consistently, so that reading habits have not fully become part of the student's learning culture, as well as identifying factors that support and hinder its implementation. The approach used is a descriptive qualitative with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The research subjects included 5 students, a second-grade teacher, and the principal. Data validation was carried out using the Miles and Hubermas model. The data analysis process includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that reading is an important activity for gaining insight, expanding knowledge, and adding information. The success of the School Literacy Movement is highly dependent on the availability of libraries, reading corners, and access to quality books at schools. Students are required to participate in the School Literacy Movement for 10-15 minutes before classes begin. Each day, the activity begins by giving students the opportunity to choose a book of their choice. It is recommended that schools increase the consistency and scope of the School Literacy Movement so that reading can truly become an ingrained part of the students' culture.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana penanaman pendidikan karakter gemar membaca melalui Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri 1 Purbalingga Kidul. Walaupun hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) memperlihatkan bahwa SD Negeri 1 Purbalingga Kidul memiliki tingkat literasi yang cukup baik, kenyatannya pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah ini masih belum optimal. Hal ini menjadi alasan menarik bagi peneliti karena terjadi tidak kesesuaian antara potensi dan implementasi nyata. Kegiatan literasi harian belum dilaksanakan secara konsisten, sehingga kebiasaan membaca belum sepenuhnya menjadi bagian dari budaya belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaanya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi 5 siswa, guru kelas II, dan kepala sekolah. Validasi data dilakukan menggunakan model Miles dan Hubermas. Proses analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membaca merupakan aktivitas penting untuk memperoleh wawasan, memperluas pengetahuan, dan menambah informasi. Keberhasilan Gerakan Literasi Sekolah sangat bergantung pada ketersediaan perpustakaan, sudut baca, serta akses terhadap buku-buku berkualitas di sekolah. Peserta didik diwajibkan mengikuti Gerakan Literasi Sekolah selama 10-15 menit sebelum pelajaran dimulai. Setiap hari, kegiatan dimulai dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih buku yang mereka sukai. Dianjurkan agar sekolah meningkatkan konsistensi dan cakupan dalam menjalankan Gerakan Literasi Sekolah, sehingga kebiasaan membaca dapat benar-benar menjadi bagian dari budaya para siswa.