Kota Surakarta merupakan kota yang sedang dalam perkembangan dan pertumbuhan yang cukup cepat, salah satu sarana penting untuk mendukung perkembangan ini adalah pada bidang transportasi. Untuk mendukung peningkatan layanan angkutan umum di bidang transportasi agar masyarakat lebih efisien dan memadai dalam melakukan perpindahan, pemerintah kota bekerjasama dengan Dinas Perhubungan membuat sarana transportasi angkutan umum massal yang memiliki nama Batik Solo Trans (BST). Pada penelitian ini, dilakukan analisis potensi demand, ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) dari BST koridor 6 pada sektor pertokoan. Pemilihan koridor 6 BST karena koridor ini merupakan koridor baru yang melewati cukup banyak pertokoan sehingga memiliki tarikan perjalanan yang cukup besar dan terdapat potensi demand penumpang yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan penelitian analisis besaran tarif pada koridor 6 BST yang sesuai dengan fungsi guna lahan pertokoan di koridor 6. Pada penelitian ini digunakan metode survei, data dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu data primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang didapatkan dari hasil kuisioner yang telah disebarkan pada pegawai pertokoan. Data sekunder pada panelitian ini didapat melalui instansi-intansi terkait, dan jumlah populasi pegawai tiap pertokoan yang disurvei. Berdasarkan hasil analisis survei, diperoleh jumlah populasi pegawai pertokoan sepanjang rute BST koridor 6 sebanyak 774 orang. Nilai potensi demand yang didapat dari total pertokoan adalah 549 orang, dengan rincian 170 orang sudah menggunakan BST dan 379 orang yang berpotensial akan menggunakan BST. Nilai ATP secara keseluruhan adalah Rp 4.872,08. Nilai WTP secara keseluruhan adalah Rp 3.273,41.