This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POPULASI BAKTERI PROBIOTIK LOKAL PADA AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU Utomo, Budi; Solichin, Solichin; Waruwu, Puteri Maria
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.76744

Abstract

Air limbah industri tahu perlu diolah terlebih dahulu hingga memenuhi baku mutu yang ditetapkan sebelum dibuang ke lingkungan masyarakat luas. Hal ini disebabkan air limbah industri tahu banyak mengandung polutan organik yang cukup tinggi. Pengolahan limbah cair tahu dapat dilakukan dengan penambahan probiotik yang mengandung mikroorganisme yang berfungsi untuk merombak kandungan organik maupun zat yang ada pada limbah. Pada penelitian ini, peneliti ingin menggunakan probiotik berupa  produk probiotik lokal  untuk ditambahkan pada limbah  tahu. Penambahan probiotik pada limbah air tahu dapat mengetahui petumbuhan mikroorganisme  yang non probiotik dan probiotik  pada campuran tersebut. Analisis data yang dilakukan merupakan analisis statiska dengan observasi di laboratorium. Penyajian data juga merupakan data statistik dengan menggunakanmetode grafik yang dapat memperlihatkan hasil perbedaan petumbuhan populasi bakteri pada air limbah industri tahu maupun pada campuran air limbah industri tahu dengan bakteri probiotik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan maupun penurunan terhadap pertumbuhan populasi bakteri baik pada air limbah tahu murni maupun pada pencampuran bakteri probiotik. Populasi bakteri pada air limbah industri tahu murni( non probiotik) pada pengamatan waktu 0,1,3,5,dan 7 jam cenderung mengalami penurunan pertumbuhan. Pada perbandingan 1:1 dan 1:4 cenderung mengalami penurunan pertumbuhan karena jumlah keseluruhan bakterinya berkurang dalam derajat pembelahan sel dan nutrisi yang ada lebih sedikit dalam untuk pembelahan sel. Sedangkan pada perbandingan 1:2 dan 1:3 cenderung mengalami peningkatan pertumbuhan karena jumlah keluruhan bakterinya sama dalam derajat pembelahan sel dan juga nutrisi yang ada cukup untuk pembelahan sel.