Amelinda, Agustine Carla
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Program Dapur Sehat Atasi Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas Srikandi Gilingan, Kota Surakarta Amelinda, Agustine Carla; Haryani, Tiyas Nur
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i2.80230

Abstract

Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga beresiko stunting yang terdiri dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita yang beresiko stunting terutama bagi keluarga yang kurang mampu melalui pemanfaatan sumber daya dan bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program Dapur Sehat Atasi Stunting di Kampung KB Srikandi Gilingan, Kota Surakarta dalam menurunkan prevalensi balita stunting. Penelitian ini merupakan penelitian desktriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian dipilih secara purposive sampling yang dianalisis menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Hubermen. Teori yang digunakan yakni teori Efektivitas Program dari Nakamura dan Smallwood (1985) dengan indikator: a) pencapaian tujuan atau hasil, b) efisiensi, c) kepuasan kelompok sasaran, d) daya tanggap klien, dan e) sistem pemeliharaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program Dashat di Kampung KB Srikandi Gilingan ditinjau dari indikator pencapaian tujuan dan hasil, kepuasan kelompok sasaran, dan daya tanggap klien cenderung cukup efektif dalam menurunkan prevalensi balita stunting dan edukasi gizi seimbang bagi kelompok sasaran, namun cenderung kurang efektif apabila ditinjau dari indikator efisiensi dan sistem pemeliharaan karena terbatasnya biaya operasional program dan kurangnya monitoring oleh stakeholders terkait.