Pendahuluan: Soil transmitted helminthiasis mempunyai dampak buruk terhadap status gizi seseorang. Maka, sangatlah penting untuk mengelola angka kesakitan dengan memberikan perawatan rutin di tempat-tempat rentan, seperti panti asuhan tempat tinggal anak-anak yatim piatu. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melihat prevalensi dan pemberian edukasi terkait infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan pada anak-anak asuh di panti.Metode: Pengabdian masyarakat didahului dengan permohonan ijin dan ethical clearance, dilanjutkan pengambilan data dengan pembagian informed consent dan kuisioner kepada orang tua asuh responden dan kegiatan penyuluhan kepada anak dan pengelola panti asuhan. Penyuluhan ini terkait penyakit kecacingan, perilaku hidup bersih dan sehat serta cara pencapaian tingkat gizi yang baik. Dilakukan analisis data kuesioner dari responden (yang meliputi identitas diri, dan praktik hidup sehat) dan data prevalensi kecacingan. Anak-anak sebelumnya juga sudah diminta untuk mengumpulkan sampel feses pada pot yang sudah disediakan. Kemudian dilakukan pemeriksaan feses secara makroskopis dan mikroskopis.Hasil dan pembahasan: Hasil pemeriksaan sampel feses menunjukkan bahwa seluruh sampel dinyatakan negatif kecacingan. Hasil kuisioner didapatkan hasil tingkat self hygiene tergolong baik (1 anak dengan tingkat self hygiene buruk dari 31 anak asuh yang mengisi kuisioner). Hasil pemeriksaan status gizi didapatkan 61,29% anak dengan IMT tidak normal (kurus dan overweight).Kesimpulan: Hubungan kecacingan dengan status gizi serta perilaku hidup bersih dan sehat anak asuh usia sekolah pada Panti Asuhan Nur Hidayah Surakarta tidak dapat ditentukan karena tidak ditemukan sampel dengan tanda infeksi didalamnya.