p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekosains
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Prinsip Ekowisata Di Wisata Alam Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu Negari, Snada Indah Tuk; Almadani, Ahsan Risfathoni; Damayanti, Clara Estelita; Kusumaningrum, Lia
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata di Indonesia memiliki 5 prinsip dasar yang terdiri dari pelestarian/konservasi, pendidikan, pariwisata, perekonomian, danpartisipasimasyarakat. WisataAlamGrojogan Sewu menjadi salahsatu tempat ekowisatayangberadadi wilayah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, yang memiliki beberapa potensi alam, salah satu yang paling utama adalah air terjunnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mengevaluasi 5 prinsip dasar ekowisata yang sudahditerapkan di Wisata Alam Air Terjun Grojogan Sewu. Metode penelitian yang digunakan berupa metode penelitian kualitatif yang didapatkan dari hasil observasi langsung dan wawancara, serta studi literatur berupa jurnal, website, dan sumber terkait lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Wisata Alam Grojogan Sewu telah memenuhi 5 prinsip dasar ekowisata. Di mana pada prinsip konservasi/lingkungan kegiatan yang dilakukan yakni berupa pelestarian air terjun Grojogan Sewu dan hutan sekitar. Untuk prinsip pendidikan kegiatan yang dapat dilakukan meliputi kegiatan outbound dan study tour. Untuk prinsip pariwisata yaitu ditunjukkandengan tersedianya penginapan seperti hotel dan homestay di sekitar tempat wisata, adanya makanan khas daerah setempat, sertaterdapat kegiatan wisata seperti berenang, flying fox, dan mini rafting. Untuk prinsip ekonomi ditunjukan dengan adanya peluang terbukanya lapangan pekerjaan, seperti membuka warung makanan, toko oleh-oleh, tukang parkir dan jasa foto. Untuk prinsippartisipasimasyarakatditunjukkandenganadanyaturutsertamasyarakatdidalampengembanganekowisata AirTerjunGrojoganSewu, ekowisata ini dapat membuka peluang pekerjaan bagi warga setempat, misalnya seperti membuka tempat penginapan (homestay), warung makanan, toko aksesoris, toko tanaman, jasa foto, hingga tukang parkir. Masyarakat setempat juga turut serta dalam pelestarian ekowisata Air Terjun Grojogan Sewu.
Penerapan Produksi Bersih pada Produksi Rumahan Tempe UMKM Mbah Sarwono di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Fadilah, Rizky Nur; Armadhan, Winda Sagita; Negara, Ilhamnul Zain Satria; Kisworo, Wahyu; Negari, Snada Indah Tuk
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tempe merupakan sektor industri rumahan yang beroperasi secara minimalis dengan pengolahan tanpa menggunakan peralatan khusus seperti pada pabrik besar. Tempe menjadi salah satu makanan yang digemari oleh berbagai kalangan karena memiliki kandungan gizi tinggi dari kacang kedelai. Tempe dapat diolah menjadi beragam bentuk, mulai dari gorengan, keripik tempe, hingga campuran makanan menggunakan bahan dasar tempe. Namun, tempe yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat belum tentu memiliki kualitas yang baik dan aman dikonsumsi. Hal tersebut mendorong penelitian mengenai penerapan proses produksi yang baik atau tidak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi strategi produksi bersih yang diterapkan dan potensial untuk diterapkan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan data primer yang berasal dari survei lapangan dan wawancara dengan pemilik industri UMKM Mbah Sarwono. Penelitian ini dilakukan di Produksi Rumahan Tempe UMKM Mbah Sarwono, Desa Pucang RT 03 RW 07, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa industri tempe UMKM milik Mbah Sarwono yang berlokasi di Banjarnegara sudah menerapkan beberapa kegiatan produksi bersih. Penerapan berupa prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce) pada pembungkus tempe dan menggunakan alat produksi sederhana yang tidak menimbulkan emisi. Rekomendasi strategi yang dapat diterapkan pada industri tempe UMKM milik Mbah Sarwono meliputi pengelolaan limbah cair, pemanfaatan limbah kulit kedelai, modifikasi peralatan, pembuatan cerobong asap, penambahan SOP, dan penggantian bahan bakar.