p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Geadidaktika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Model Problem Based Learning untuk Mengatasi Miskonsepsi Materi Mitigasi Bencana Kelas XI IPS 3 SMA N 6 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023 Widyawati, Anita Wahyu; Lestari, Eny Wiji; Marhaenita, Diani
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 2 (2023): Geadidaktika Agustus 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i2.74783

Abstract

Tingginya miskonsepsi materi mitigasi bencana peserta didik kelas XI IPS 3 SMA Negeri 6 Surakarta semester 2 tahun ajaran 2022/2023, maka dilakukan penelitian tindakan kelas melalui penggunaan model Problem Based Learning diharapkan akan mengurangi miskonsepsi peserta didik dalam pemahaman materi mitigasi bencana. Penelitian ini dilakukan selama 3 siklus dengan penggunaan teknik pengumpulan data dengan tes dan pengamatan. Dalam upaya mengatasi miskonsepsi peserta didik dapat dilihat dari tes kognitif peserta didik. Rata-rata nilai kognitif siklus 1 yaitu 77,80 dengan peserta didik yang mencapai KKM yaitu 77,14 %. Rata-rata nilai kognitif siklus 2 yaitu 77,40 dengan peserta didik yang mencapai KKM yaitu 77,14 %. Rata-rata nilai kognitif siklus 3 yaitu 90,63 dengan peserta didik yang mencapai KKM yaitu 94,29 %.
Penentuan Lahan Kritis Sebagai Arahan Konservasi Lahan di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Widyawati, Anita Wahyu; Ahmad, Ahmad; Nugraha, Setya
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 2 (2021): Geadidaktika Agustus 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i2.53948

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Menganalisis kesesuaian penggunan lahan dengan fungsi kawasan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021 (2) Menganalisis kesesuaian pola ruang RTRW dengan fungsi kawasan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021 (3) Menganalisis tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 202 (4) Menganalisis arahan konservasi lahan di Kecamatan Ngargoyoso Tahun 2021. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian adalah satuan lahan. Unit analisis yang digunakan adalah satuan lahan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, interpretasi citra, uji laboratorium, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu skoring parameter fungsi kawasan dan tingkat kekritisan lahan, analisis deskriptif hasil overlay peta, dan pengelompokan arahan konservasi lahan berdasarkan fungsi kawasan dan tingkat kekritisan lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Ngargoyoso mempunyai empat fungsi kawasan yaitu kawasan lindung, kawasan penyangga, kawasan budidaya tanaman tahunan, serta kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman. Kesesuaian penggunaan lahan dengan fungsi kawasan menunjukan bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kecamatan Ngargoyoso tidak sesuai dengan fungsi kawasaannya seluas 4.162,523 Ha (67,79 %). (2) Kesesuaian pola ruang RTRW dengan fungsi kawasannya menunjukkan bahwa sebagian besar pola ruang RTRW sesuai dengan fungsi kawasannya seluas 4.413,048 Ha (71,87%). (3) Tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Ngargoyoso diklasifikasikan menjadi empat yaitu potensial kritis, agak kritis, kritis, dan sangat kritis. (4) Arahan konservasi metode vegetatif yang dapat diterapkan di Kecamatan Ngargoyoso meliputi pengelolaan tanah minimum, hutan lindung/hutan kemasyarakatan/hutan suaka alam/hutan wisata, penanaman vegetasi permanen, penanaman penutup tanah, hutan produksi terbatas/hutan rakyat, agroforestry, penanaman menurut garis kontur, penanaman menurut strip, dan pertanaman lorong, strip rumput, manajemen bahan organik, pertanaman campuran, dan tanaman pagar/pagar hidup. Arahan konservasi metode mekanik/teknik sipil meliputi teras gunung/saluran pengelak, saluran pembuangan air (SPA), bangunan terjunan, kontrol sedimen, teras guludan, teras bangku, teras individu, rorak, dan mulsa vertikal.